BONTANG, KLIKSIAR — Kota Bontang, Kalimantan Timur, memang jauh dari Jakarta. Namun, jangan salah, dari kota inilah mengalir kontribusi besar bagi pundi-pundi devisa negara.
Dari Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto, Samarinda, misalnya, masih dibutuhkan waktu sekitar dua jam perjalanan darat untuk sampai ke Bontang.
Sssttt… ternyata Bontang yang berada cukup jauh dari pusat pemerintahan itu memiliki andil besar dalam menggerakkan perekonomian nasional, terutama melalui aktivitas sejumlah perusahaan besar yang beroperasi di kota tersebut.
“Ada tiga perusahaan multinasional, yakni PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) yang merupakan BUMN, PT Badak LNG yang merupakan joint venture antara Pertamina dan Total, serta PT Indominco yang bergerak di sektor batu bara dan merupakan perusahaan swasta,” ujar Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Kaltim, Pranoto, Minggu (16/8/2026).
Keberadaan tiga perusahaan besar tersebut turut menjadi pemicu geliat ekonomi di Kota Bontang. Untuk PKT saja, jumlah tenaga kerja organik mencapai 1.454 orang, ditambah sekitar 3.000 tenaga kerja non-organik.
“Sekitar 75 persen di antaranya merupakan warga Bontang. Bahkan, saat mulai menjalankan tugas, Dirut Pak Rafly Yandra sudah mewanti-wanti bahwa PKT harus tetap memperkuat keberadaan dan peran warga Bontang dalam derap maju perusahaan ini,” ujarnya.
PT Pupuk Kaltim sendiri telah berdiri sejak 7 Desember 1977 dan telah melewati berbagai pasang surut perjalanan perusahaan.
Namun, sejak era transformasi BUMN yang digagas COO Danantara, kinerja PKT menunjukkan perkembangan yang sangat positif.
“PKT menunjukkan kinerja yang moncer dan luar biasa. Saat ini PKT menjadi penyumbang sekitar 60–70 persen profit Pupuk Indonesia sebagai perusahaan holding,” ujar Pranoto.
Pada 2025, PKT mencatatkan keuntungan sekitar Rp4 triliun. Sementara hingga Juli 2026, arus kas (cash flow) perusahaan telah mencapai Rp5,67 triliun.
“Pak Dirut, atas arahan PT Pupuk Indonesia selaku holding, telah mencanangkan target keuntungan lebih dari Rp7 triliun. Dan seluruhnya wajib dikonsolidasikan ke holding PT Pupuk Indonesia,” ujarnya.
Kontribusi tersebut berasal dari tiga produk utama PKT, yakni urea, NPK, dan amoniak.
Di sisi lain, PKT juga terus menunjukkan komitmennya terhadap Kota Bontang, mulai dari kontribusi melalui pajak daerah hingga program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
“PKT selalu berkomitmen untuk Kota Bontang, mulai dari pajak daerah sampai CSR,” ujarnya.
Kontribusi perusahaan terhadap perekonomian daerah juga dirasakan langsung oleh masyarakat.
Warga Bontang mengakui keberadaan perusahaan besar, khususnya PKT, telah memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kita terbantu sekali. Dagangan menjadi lebih laku karena ada PT Pupuk Kaltim,” ujar Edi, salah seorang pedagang yang ditemui di Pujasera yang dikelola Koperasi Karyawan PT PKT di Bontang.
Bontang boleh berada jauh dari Jakarta. Namun, dari kota inilah denyut industri, perdagangan, lapangan kerja, dan kontribusi terhadap perekonomian nasional terus bergerak. (*)








