BomRun 2026 Sukses, Peserta Nyaris 4.000 dan Dongkrak Ekonomi Kota Padang

oleh -7 Dilihat
oleh

PADANG — Penyelenggaraan Blue Ocean Minang Run (BomRun) 2026 sukses mencatatkan pencapaian gemilang. Digelar di kawasan Pantai Cimpago, Minggu (9/8/2026), event lari berskala nasional yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 ini tidak hanya mengalami lonjakan peserta, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, pariwisata, UMKM, hingga pelestarian lingkungan.

 

Asisten II Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Padang Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Didi Aryadi, mengapresiasi pelaksanaan BomRun 2026 yang dinilainya jauh lebih baik dan tertib dibandingkan tahun sebelumnya.

 

“Alhamdulillah pelaksanaan BomRun tahun ini jauh lebih baik penyelenggaraannya, juga pesertanya lebih banyak. Kemudian kita melihat antusiasme dari seluruh peserta itu luar biasa,” ujar Didi.

 

Menurutnya, BomRun telah berkembang menjadi salah satu event sport tourism yang mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah. Dari hampir 4.000 peserta, sebagian besar berasal dari luar Kota Padang.

 

“Ini merupakan satu kegiatan sport tourism, karena mungkin lebih dari separuh itu berasal dari luar Kota Padang. Ini tentu merupakan suatu hal yang sangat membanggakan bahwa Kota Padang punya satu event running yang memang berstandar nasional,” katanya.

 

Sekretaris I Panitia BomRun 2026, Adril Sukri, menyebutkan jumlah peserta tahun ini mencapai 3.823 orang. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan pelaksanaan tahun lalu yang diikuti sekitar 2.100 peserta.

 

“Blue Ocean Minang Run (BomRun) ini adalah salah satu rangkaian kegiatan dari Hari Jadi Kota Padang tahun 2026. Tahun lalu ada 2.100 peserta, tahun ini 3.823, ada peningkatan hampir 100 persen,” kata Adril.

 

Ia menilai peningkatan tersebut menjadi pertanda kebangkitan Kota Padang setelah menghadapi bencana pada penghujung 2025.

 

“Kota Padang kembali kita ramaikan dengan event BomRun 2026 setelah bencana di akhir tahun 2025 kemarin,” ujarnya.

 

Dampak ekonomi dari kegiatan tersebut juga cukup besar. Adril menyebut sekitar 35 persen peserta berasal dari luar Sumatera Barat. Mereka tidak hanya mengikuti perlombaan, tetapi juga membutuhkan transportasi, penginapan, makanan, dan berbagai kebutuhan selama berada di Padang.

 

“Mereka pasti membeli tiket pesawat, mencari penginapan, kuliner, dan hotel. Ini pastinya menjadi perputaran ekonomi bagi Kota Padang dan Sumatera Barat pada umumnya,” katanya.

 

BomRun 2026 juga disinergikan dengan visi Kota Padang menuju kota gastronomi. Ribuan pelari dan pendamping yang hadir turut meramaikan sentra kuliner lokal sehingga memberikan peluang peningkatan omzet bagi pelaku UMKM.

 

Tak hanya mengedepankan olahraga dan pariwisata, BomRun tahun ini turut membawa misi pelestarian lingkungan. Sebanyak 50 pelari ambil bagian dalam aksi penanaman mangrove di kawasan Teluk Sirih, Teluk Buo. Setiap tanaman diberi label khusus sehingga perkembangannya dapat dipantau pada tahun-tahun berikutnya.

 

Dari sisi peserta, penyelenggaraan BomRun 2026 juga mendapat respons positif. Sofyan Zainal, peserta kategori 10K asal Jakarta, menilai pelaksanaan lomba cukup tertib dan memiliki standar yang baik.

 

“Cukup bagus menurut saya. Sama dengan event-event di Jawa. Menarik, tertib juga. Penjagaannya setiap persimpangan dijaga, kemudian di sepanjang jalan juga cukup ramai,” ujarnya.

 

Ia juga mengapresiasi rute lomba yang dinilainya menarik karena memadukan kawasan pantai dan permukiman.

 

“Event-eventnya bagus, dengan kondisi jalannya kosong, jalur pantai yang menjadi rute itu kosong, kemudian kita masuk kampung, terus keluar lagi, itu bagus. Yang penting jalan kosong, jadi kita bisa lari cepat,” katanya.

 

Kesan serupa disampaikan Ismi, peserta asal Kayu Tanam. Ia mengaku menikmati atmosfer positif yang tercipta selama kegiatan.

 

“Acaranya sangat seru sekali, positive vibes, membangkitkan niat saya untuk bangun pagi, menjaga kesehatan, lari pagi-pagi dengan suasana deburan ombak yang masya Allah tabarakallah,” ungkapnya.

 

Ismi juga memuji kesiapan panitia yang dinilainya mampu menjalankan kegiatan sesuai jadwal.

 

“Panitianya juga top, acaranya mantap, semuanya sesuai jadwal, tidak molor waktu, tidak lelet gitu. Pokoknya keren, sukses untuk BomRun tahun-tahun berikutnya!” katanya.

 

Sementara itu, Zaki, peserta asal Padang yang berdomisili di kawasan Alai, menyambut positif kegiatan Fun Run tersebut. Menurutnya, BomRun menjadi wadah positif untuk menyalurkan hobi sekaligus menghadirkan suasana yang meriah.

 

“Saya sangat senang dan mengapresiasi sekali adanya kegiatan seperti ini. Selain karena saya memang hobi berolahraga lari untuk menjaga kebugaran, acara ini juga sangat meriah dan penuh semangat karena banyak sekali doorprize serta hadiah-hadiah menarik yang bisa diperebutkan oleh para peserta,” ujarnya.

 

Dengan peningkatan jumlah peserta, dampak ekonomi yang semakin terasa, serta kepedulian terhadap lingkungan, BomRun 2026 dinilai memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai ikon sport tourism Kota Padang. Pemerintah Kota Padang berharap kolaborasi lintas sektor dapat terus diperkuat agar event tersebut semakin berkualitas dan mampu menarik lebih banyak wisatawan serta pelari dari berbagai daerah pada tahun-tahun mendatang.