JAKARTA,KLIKSIAR — PT Pupuk Indonesia (Persero) kembali membuka ajang kompetisi jurnalistik Pupuk Indonesia Media Awards (PIMA) 2026. Tahun ini, kompetisi tersebut mengangkat tema “Transformasi untuk Swasembada Pangan Negeri”, dengan mengajak jurnalis menggali berbagai cerita tentang perubahan industri pupuk dari hulu hingga hilir.
Transformasi yang diangkat tidak hanya menyangkut proses produksi pupuk. Pupuk Indonesia juga membuka ruang bagi jurnalis untuk mengangkat perubahan dalam distribusi, pelayanan kepada petani, penguatan industri, hingga pengembangan bisnis hijau.
Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia, Yehezkiel Adiperwira, mengatakan transformasi yang dilakukan perusahaan berlangsung pada berbagai lini.
“Transformasi di Pupuk Indonesia berlangsung dari hulu hingga hilir, mulai dari penguatan industri dan tata kelola, penyederhanaan penyaluran pupuk, hingga pengembangan layanan dan pendampingan bagi petani,” ujar Yehezkiel dalam keterangan tertulis, Selasa (30/9).
Menurutnya, melalui PIMA 2026, insan pers dapat menggali cerita dari berbagai perspektif sehingga masyarakat memperoleh gambaran mengenai perubahan yang dilakukan industri pupuk dalam mendukung upaya mewujudkan swasembada pangan.
Dalam PIMA 2026, terdapat tiga subtema yang dapat menjadi pijakan bagi jurnalis dalam mengembangkan karya jurnalistik.
Subtema pertama adalah “Transformasi Layanan: Ketika Pupuk Lebih Cepat Sampai ke Petani”. Tema ini mengangkat perubahan tata kelola dan digitalisasi distribusi pupuk, inovasi pelayanan, serta pendampingan terhadap petani.
Jurnalis juga dapat menggali pengalaman petani dalam memperoleh pupuk maupun berbagai layanan pendukung yang berkaitan dengan kebutuhan pertanian.
Subtema kedua, “Transformasi Bisnis: Menata Industri Pupuk untuk Memberi Nilai Tambah”. Subtema ini membuka ruang bagi jurnalis untuk melihat bagaimana Pupuk Indonesia memperkuat industri melalui efisiensi, revitalisasi, inovasi, rantai pasok dan aspek keberlanjutan.
Sedangkan subtema ketiga yakni “Transformasi Hijau: Membangun Masa Depan Lewat Hilirisasi”. Fokusnya pada pengembangan hilirisasi, diversifikasi dan industri hijau di lingkungan Pupuk Indonesia Group.
Pengembangan industri tersebut diarahkan untuk menciptakan nilai tambah sekaligus mendukung percepatan pencapaian target dekarbonisasi.
PIMA 2026 terbuka bagi jurnalis nasional maupun daerah. Ada lima kategori lomba yang disediakan, yakni Teks Hardnews, Teks Feature, Foto Cerita, Televisi dan Radio.
Khusus kategori Radio, karya yang dikirimkan dapat berupa hardnews, feature maupun talkshow.
Karya jurnalistik dapat mengangkat aktivitas Pupuk Indonesia maupun anak perusahaan yang berada di berbagai wilayah operasional perusahaan, sepanjang mengacu pada tiga subtema yang telah ditetapkan.
Untuk menjaga kualitas penilaian, karya peserta nantinya akan dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari wartawan senior yang menjabat sebagai pemimpin redaksi serta fotografer senior atau kepala redaksi foto dari media massa nasional.
Tak tanggung-tanggung, Pupuk Indonesia menyiapkan total hadiah Rp262,5 juta untuk lima kategori lomba tersebut.
Masing-masing kategori menyediakan enam pemenang. Juara I mendapatkan hadiah Rp20 juta, Juara II Rp10 juta, Juara III Rp7,5 juta, serta tiga Juara Harapan yang masing-masing memperoleh Rp5 juta.
Adapun karya yang diikutsertakan dalam kompetisi harus telah dipublikasikan dalam rentang waktu 1 Oktober hingga 31 Desember 2026.
Informasi lebih lanjut mengenai ketentuan dan mekanisme PIMA 2026 dapat diperoleh melalui WhatsApp 081396428707 (Vania) dan 0882001855751 (Putri) atau melalui surat elektronik mediaaward@pupuk-indonesia.com.
PIMA 2026 menjadi bagian dari upaya Pupuk Indonesia membuka ruang kolaborasi dengan media untuk menghadirkan cerita mengenai transformasi industri pupuk dan kaitannya dengan penguatan sektor pertanian serta upaya mencapai swasembada pangan nasional. (*)








