Pemko Padang dan BWS Sumatera V Keruk Sungai Kampung Lapai, Upaya Kurangi Risiko Banjir

oleh -140 Dilihat
oleh

PADANG,KLIKSIAR – Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus berupaya mengurangi risiko banjir melalui pengerukan dan normalisasi aliran sungai. Salah satu lokasi yang kini mendapat penanganan adalah Banjir Kanal Kampung Lapai, Siteba, Kecamatan Nanggalo, melalui bantuan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V.

Pengerjaan yang ditinjau pada Kamis (1/10/2026) tersebut merupakan bagian dari upaya penanganan dampak bencana sekaligus meningkatkan kapasitas aliran sungai, sehingga risiko banjir yang mengancam permukiman warga di sekitarnya dapat diminimalkan.

Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri, mengatakan pengerukan sungai tersebut merupakan usulan Pemko Padang yang telah diakomodasi oleh BWS Sumatera V.

Menurutnya, terdapat dua lokasi yang menjadi sasaran penanganan berdasarkan usulan Pemko Padang, yakni Banjir Kanal Kampung Lapai, Siteba, Kecamatan Nanggalo, dan kawasan Banda Luruih, Kecamatan Kuranji.

“Penanganan ini merupakan usulan kita yang diakomodir oleh BWS. Salah satu titik yang ditangani yaitu di kawasan Kampung Lapai Siteba dan juga di Banda Luruih Kuranji,” ujar Malvi.

Ia menjelaskan, Pemko Padang terus menjalin koordinasi dengan BWS Sumatera V agar penanganan sungai dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di kawasan yang berpotensi terdampak banjir.

“Prinsipnya kita di Pemko Padang terus berkoordinasi. Kita sebagai pihak daerah tentu sangat diuntungkan dan berterima kasih kepada BWS atas penanganan dan bantuan yang dialokasikan untuk Kota Padang ini,” katanya.

Pengerjaan pengerukan dan penanganan sungai melalui bantuan kebencanaan tersebut telah dimulai sejak 14 September 2026 dan diperkirakan selesai pada akhir November 2026.

Normalisasi sungai ini diharapkan dapat membantu memperlancar aliran air, terutama saat curah hujan tinggi, sekaligus mengurangi potensi luapan sungai yang selama ini menjadi kekhawatiran masyarakat sekitar.

Apresiasi terhadap pekerjaan tersebut juga disampaikan warga Siteba, Abdul Yardi, yang akrab disapa Edi. Ia menyebut pengerukan sungai sangat berarti bagi masyarakat, terutama bagi warga yang sebelumnya merasakan dampak banjir.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemko Padang dan pihak terkait atas pengerukan sungai ini,” ungkap Edi.

Ia berharap pengerjaan tersebut dapat memberikan dampak nyata dalam mengurangi risiko banjir serta meningkatkan rasa aman bagi masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai.

“Penanganan ini sangat berarti bagi masyarakat yang sebelumnya terdampak banjir,” tuturnya.

Melalui koordinasi antara Pemko Padang dan BWS Sumatera V, penanganan sungai di Kampung Lapai dan Banda Luruih diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mengurangi risiko bencana hidrometeorologi, sekaligus melindungi permukiman dan aktivitas masyarakat di Kota Padang. (*)