PADANG,KLIKSIAR – Peran tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) dalam penanggulangan bencana hidrometeorologi menjadi salah satu agenda Musyawarah Daerah (Musda) V Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengurus Daerah Sumatera Barat.
Talkshow bertema “Peran CSR Instansi/Lembaga/Perusahaan Swasta dalam Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025–2026” itu melibatkan sejumlah perusahaan dan pemerintah daerah, di antaranya RSU Bunda BMC Padang, PT Supreme Energy Muara Labuh, PT Semen Padang, Pemko Pariaman, serta Pemkab Padang Pariaman.
Panitia pelaksana juga mengundang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat dan Kota Padang untuk membahas kontribusi berbagai pihak dalam penanganan bencana.
Ketua Pelaksana Musda V IJTI Pengda Sumbar, Wahyudi Agus, mengatakan talkshow tersebut menjadi upaya memperkuat peran jurnalis televisi dalam menyampaikan informasi faktual sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman bencana.
“Melalui agenda ini, jurnalis televisi diharapkan dapat memperkuat kontribusi dalam menyampaikan informasi faktual dari lapangan, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana, serta membantu membangun kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana,” kata Wahyudi Agus, Kamis (22/10).
Menurutnya, penanganan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan dunia usaha, lembaga, dan masyarakat. Dukungan CSR dinilai dapat berperan dalam mempercepat pemulihan wilayah dan masyarakat yang terdampak bencana.
Talkshow tersebut juga menjadi forum diskusi interaktif untuk membahas langkah strategis pascabencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor. Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian meliputi rehabilitasi infrastruktur, pemulihan sosial ekonomi masyarakat, serta penguatan ketangguhan komunitas menghadapi risiko bencana akibat perubahan iklim.
Wahyudi yang juga jurnalis tvOne itu menekankan pentingnya penyajian dokumentasi pascabencana yang informatif dan mudah dipahami masyarakat.
“Penyajian dokumentasi pascabencana yang kaya visual dan mudah dipahami diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali risiko sekaligus memperkuat kesiapsiagaan,” ujarnya.
Talkshow tersebut merupakan bagian dari rangkaian Musda V IJTI Pengda Sumbar yang dijadwalkan berlangsung pada 23 hingga 25 Oktober 2026 di Kota Padang.
Selain menjadi forum pergantian kepemimpinan organisasi, Musda juga diharapkan menjadi ruang evaluasi bagi jurnalis televisi dalam menjalankan peran sebagai penghubung informasi antara pemerintah, pemangku kebijakan, dan masyarakat terdampak bencana.
Melalui kegiatan ini, IJTI Sumbar mendorong sinergi lintas sektor agar penanggulangan bencana tidak berhenti pada penanganan darurat, tetapi berlanjut hingga pemulihan dan penguatan kesiapsiagaan masyarakat. (*)










