Fadly Amran Kukuhkan Pengurus KAN Pauh IX, Perkuat Sinergi Adat dan Pembangunan

oleh -146 Dilihat
oleh

PADANG,KLIKSIAR — Wali Kota Padang, Fadly Amran, melantik dan mengukuhkan Pengurus Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pauh IX periode 2026–2031 di halaman Kantor KAN Pauh IX, Kecamatan Kuranji, Sabtu (3/10/2026). Pelantikan ini menjadi momentum memperkuat peran lembaga adat dalam menjaga nilai-nilai budaya Minangkabau sekaligus mendukung pembangunan Kota Padang.

 

Dalam pelantikan tersebut, Musdafirman Datuak Rajo Diguci dikukuhkan sebagai Ketua KAN Pauh IX, Muzalif Toben Datuak Rajo Lelo sebagai Sekretaris, dan Edijon Datuak Rajo Perak sebagai Bendahara.

 

Fadly Amran mengucapkan selamat kepada pengurus yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan KAN Pauh IX mampu menjalankan amanah dengan baik, menjaga marwah adat, serta membangun sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Kota Padang.

 

Menurutnya, keberadaan lembaga adat memiliki peran strategis dalam menjaga identitas masyarakat Minangkabau sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam menyukseskan berbagai program pembangunan.

 

“Visi kita adalah menggerakkan segala potensi untuk mewujudkan Kota Padang sebagai kota pintar (smart city), sehat, berlandaskan agama dan budaya menuju kota maju dan sejahtera. Esensi dari visi ini adalah kolaborasi dan sinergi,” ujar Fadly.

 

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Padang bersama DPRD Kota Padang telah mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Penguatan Lembaga Adat dan Pelestarian Nilai-Nilai Budaya Minangkabau.

 

Regulasi tersebut menjadi salah satu landasan untuk memperkuat eksistensi lembaga adat serta memastikan nilai-nilai luhur budaya Minangkabau tetap terjaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

 

Fadly berharap, implementasi perda itu tidak berhenti pada aspek regulasi, tetapi diwujudkan melalui program-program nyata yang menyentuh kehidupan masyarakat.

 

“Melalui Progul Sinergi Nagari, kita telah melahirkan penguatan adat. Kami berharap implementasi perda ini dapat dilakukan oleh KAN melalui program-program unggulan yang disusun dengan bersinergi bersama Pemerintah Kota Padang,” katanya.

 

Ia menegaskan, kolaborasi antara pemerintah dan lembaga adat menjadi penting dalam membangun masyarakat yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga memiliki karakter, identitas budaya, dan landasan keagamaan yang kuat.

 

KAN Harus Hadir Menjawab Persoalan Masyarakat

 

Sementara itu, Ketua KAN Pauh IX, Musdafirman Datuak Rajo Diguci, menegaskan bahwa kepengurusan yang dipimpinnya berkomitmen menjalankan amanah adat dan memperkuat penerapan falsafah Minangkabau, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

 

Menurutnya, falsafah tersebut tidak boleh hanya menjadi ungkapan atau simbol identitas masyarakat Minangkabau. Nilai-nilai adat dan agama harus benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

“Kita adalah masyarakat Minangkabau yang berlandaskan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Kita ingin falsafah ini tidak hanya indah di mulut dan indah diucapkan, tetapi harus kita nyatakan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Musdafirman.

 

Ia juga menekankan bahwa keberadaan KAN harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Lembaga adat, katanya, tidak cukup hanya menjalankan fungsi seremonial, tetapi harus hadir membantu menyelesaikan persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

 

Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian di antaranya kenakalan remaja, tawuran, serta berbagai permasalahan sosial yang berpotensi memengaruhi perkembangan dan masa depan anak kemenakan.

 

Musdafirman menilai, penyelesaian persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, pemerintah, hingga keluarga dan lingkungan masyarakat.

 

Melalui peran tersebut, KAN diharapkan dapat memperkuat pembinaan generasi muda sekaligus menjaga hubungan sosial dan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

 

Dukung Smart Surau dan Program Pembangunan

 

Musdafirman juga menyatakan kesiapan KAN Pauh IX untuk mendukung program pembangunan Pemerintah Kota Padang, khususnya program yang berkaitan dengan penguatan nilai agama, pendidikan karakter, dan kehidupan sosial masyarakat.

 

“Kami juga akan mendukung secara penuh dan bersinergi dengan Pemerintah Kota Padang dalam menyukseskan program pembangunan, khususnya yang menyentuh kehidupan sosial masyarakat, seperti Smart Surau dalam memperkuat nilai-nilai syarak dan pendidikan agama bagi generasi muda,” katanya.

 

Menurutnya, sinergi antara lembaga adat dan pemerintah merupakan langkah penting untuk memastikan pembangunan berjalan seiring dengan penguatan karakter dan pelestarian budaya Minangkabau.

 

Pelantikan pengurus KAN Pauh IX periode 2026–2031 tersebut turut dihadiri Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumatera Barat Al-Amin yang mewakili gubernur, anggota DPRD Kota Padang Zalmadi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Yasril, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova, serta Camat Kuranji Rozaldi Rosman.

 

Hadir pula Ketua LKAAM Sumatera Barat Fauzi Bahar, Ketua MPA KAN Pauh IX Irwan Basir, Ketua Dewan Pembina KAN Pauh IX Irwan Zuldani, unsur Forkopimca Kecamatan Kuranji, tokoh adat, dan sejumlah undangan lainnya.

 

Dengan kepengurusan baru ini, KAN Pauh IX diharapkan semakin berperan dalam menjaga kelestarian adat, memperkuat nilai-nilai agama, membina generasi muda, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan Kota Padang yang maju dan berkarakter. (*)