Evi Yandri Siapkan Hadiah Rp106 Juta untuk Lomba Lintas Alam TJPHK V

oleh -108 Dilihat
oleh

PADANG,KLIKSIAR — Sebanyak 324 peserta mengikuti Lomba Lintas Alam Telusur Jejak Perjuangan Harimau Kuranji (LLA-TJPHK) V Tahun 2026. Kegiatan yang menempuh jarak sekitar 40 kilometer itu memperebutkan total hadiah Rp106 juta yang bersumber dari pokok-pokok pikiran Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman.

Kegiatan dibuka Wakil Gubernur Sumbar, Vasco Ruseimy, di SMAN 11 Padang, Bungus Teluk Kabung, Jumat malam (9/10). Ia mengingatkan peserta agar menjaga kelestarian lingkungan, menjunjung kebersamaan, serta memahami nilai sejarah perjuangan Batalyon Harimau Kuranji.

“Sebagai pecinta alam, saya berpesan agar kita saling tolong-menolong, menjaga kelestarian lingkungan, dan tetap memperhatikan etika saat berada di alam,” kata Vasco.

Ketua KPA Bias, Khalid Saifullah Rajo Basa, mengatakan lomba tahun ini diikuti 81 tim, terdiri atas 46 tim pelajar dan 35 tim umum. Peserta berasal dari 19 kabupaten dan kota di Sumbar, serta Pekanbaru, Riau, dan Kerinci, Jambi.

Untuk kategori terbaik I disediakan hadiah Rp10 juta, terbaik II Rp7,5 juta, dan terbaik III Rp6 juta. Panitia juga menyiapkan 45 item doorprize senilai total Rp10 juta.

Evi Yandri mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar menguji ketahanan fisik dan memacu adrenalin, tetapi juga mengenalkan sejarah perjuangan kepada generasi muda.

“Batalyon Harimau Kuranji merupakan laskar perjuangan rakyat untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia, khususnya di Kota Padang,” ujarnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar, Tasliatul Fuadi, menjelaskan, lintasan lomba dibagi menjadi dua etape. Etape pertama dimulai dari SMAN 11 Padang menuju kawasan hutan Baringin, Lubuk Kilangan, hingga Gua Kelelawar, Padayo. Etape kedua berlanjut melalui kawasan hutan Gaduik dan Pauh V, dengan finis di Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pauh IX, Kecamatan Kuranji.

Lokasi kegiatan semula direncanakan di kompleks pusat pemerintahan Kabupaten Solok. Namun, akibat bencana longsor di kawasan tersebut, lokasi pembukaan dan start dipindahkan ke Bungus Teluk Kabung.

Untuk memperkuat pemahaman sejarah, peserta juga mengikuti diskusi yang menghadirkan dosen sejarah Universitas Andalas, Hari Efendi Iskandar. Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap tumbuh generasi muda yang disiplin, peduli lingkungan, serta menghargai sejarah perjuangan bangsa. (*)