Agus Syahdeman Dorong Bela Negara: Pelatihan Dua Hari di Solok Jadi Alarm Moral Generasi Muda

oleh -750 Dilihat
oleh

Kabupaten Solok,Kliksiar— Di tengah gempuran zaman yang makin tak bertepi, kepedulian terhadap generasi muda bukan lagi cukup dengan pidato seremonial. Di SMAN 2 Sumatera Barat  (20/7) , Anggota DPRD Sumbar dari Fraksi Demokrat, Agus Syahdeman, turun langsung menyusun barisan pelajar dalam pelatihan bela negara. Bukan sekadar kegiatan rutin, tapi bentuk nyata menjaga mentalitas kebangsaan agar tak tergerus zaman.

Sebanyak 11 organisasi pelajar dari SMA, SMK, dan MAN se-Kabupaten Solok ikut ambil bagian. Mereka digembleng dalam program yang lebih aplikatif: sidang kebangsaan simulatif, latihan baris-berbaris, outbound berbasis karakter, hingga sesi reflektif tentang narkoba, ideologi destruktif, dan krisis moral yang mengintai pelajar hari ini.

“Indonesia Emas 2045 bukan sekadar slogan. Tapi kalau generasi mudanya rapuh, siapa yang akan berdiri di garis depan? Kalau bukan kita yang membimbing, siapa lagi?” kata Agus, menatap ratusan pelajar yang duduk serius di hadapannya.

Materi pelatihan diracik oleh pemateri lintas instansi: Kesbangpol, unsur TNI, akademisi. Semuanya menyampaikan pesan yang sama: karakter tak bisa dikompromikan, nasionalisme tak boleh kehilangan warna.

“Era kecerdasan buatan datang cepat. Tapi karakter tak boleh ditinggal. Pendidikan kebangsaan dan teknologi harus seiring, bukan saling menghapus,” ujar Agus.

Ia juga menyebut nama-nama besar asal Sumbar seperti Mohammad Hatta, Tan Malaka, Buya Hamka. Nama-nama yang bagi Agus bukan sekadar sejarah, tapi warisan tanggung jawab.

Salah satu peserta, Nurul Maulidya Ditri dari SMKN 1 Lembah Gumanti, menceritakan kesannya. “Dua hari yang ‘daging semua’. Kami diajarkan sidang kebangsaan, PBB, dan bela negara dengan cara menyenangkan. Terima kasih untuk Pak Agus dan EO Idea Corner Management, tim yang rapi dan inspiratif.”

Lewat pelatihan ini, Agus Syahdeman menegaskan bahwa hadir sebagai wakil rakyat bukan hanya soal bicara di mimbar rapat. Tapi soal mengisi ruang pembinaan, memberi bekal mental, dan menyematkan harapan di tengah arus zaman. Pelatihan ini bukan acara biasa. Ia adalah bentuk investasi moral yang tak bisa ditunda. (***)