Andra Soni : Darah Minang, Amanah di Banten

oleh -140 Dilihat
oleh

SERANG,KLIKSIAR-– Banyak orang Minang yang merantau jauh dari kampung halaman, lalu perlahan melupakan akar budayanya. Ada pula yang segan menyebut dirinya putra Minang. Namun tidak demikian dengan Gubernur Banten, Andra Soni.

Di hadapan Ketua PWI Sumbar Widya Navies bersama jajaran pengurus, Minggu (8/2/2026), ia menegaskan dengan suara jernih: “Saya tak pernah menutup-nutupi diri sebagai putra asli Minang.”

Andra Soni lahir dari darah Minang yang kental. Ibunya berasal dari Lima Puluh Kota, bersuku Piliang. Ayahnya dari Payakumbuh, bersuku Chaniago. Sejak kecil ia sudah merasakan getirnya perantauan. Pada usia empat tahun, ia dibawa orang tuanya ke Malaysia untuk bekerja. Namun nasib berkata lain, ketika duduk di kelas lima ia harus kembali, karena dianggap pendatang haram. Dari sanalah kakaknya membawanya ke Lebak, Banten.

Takdir mempertemukannya dengan seorang gadis keturunan Jawa-Sunda, teman semasa sekolah, yang kelak menjadi pendamping hidupnya.

Kisah Andra Soni adalah cermin bahwa merantau bukan berarti kehilangan akar. Ia tetap tegak menyebut dirinya putra Minang, meski kini mengemban amanah sebagai Gubernur Banten. Sebab bagi dirinya, jati diri adalah cahaya yang tak boleh padam, walau angin perantauan bertiup kencang. (***)