Audiensi dengan PWI, Ahmad Muzani kenang masa saat jadi Wartawan

oleh -96 Dilihat
oleh

JAKARTA,KLIKSIAR– Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menerima audiensi Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat di Gedung DPR/MPR Senayan, Selasa (13/1) sore. Pertemuan berlangsung hangat dan reflektif, membahas makna profesi wartawan sebagai panggilan nurani sekaligus peran pers dalam kehidupan kebangsaan.

Dalam kesempatan itu, Muzani mengenang kembali perjalanan dirinya sebagai wartawan. Ia bercerita, pada tahun 1991 pernah mengikuti ujian wartawan muda di PWI DKI Jakarta. Salah satu pertanyaan yang membekas hingga kini adalah, “Jika dalam meliput menemukan kecelakaan di jalan, mana yang didahulukan, membantu korban atau menulis berita?”

“Saya memilih membantu korban terlebih dahulu, baru kemudian memberitakan peristiwa tersebut. Bagi saya, kemanusiaan harus selalu di atas kepentingan apa pun,” ujar Muzani.

Dari proses itu, ia dinyatakan lulus sebagai wartawan muda PWI. Muzani menegaskan, menjadi wartawan bukan sekadar profesi, melainkan panggilan hati untuk memperjuangkan kebenaran dan kepentingan rakyat.

“Saya tidak pernah merasa terpisah dari wartawan. Hati saya sampai sekarang masih wartawan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan kembali nilai-nilai dasar PWI yang dirumuskan sejak Kongres 1946 di Solo, menempatkan pers sebagai alat perjuangan dan pengabdian kepada bangsa.

“Di PWI wartawan itu disebut pejuang, sebab memperjuangkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi,” katanya.

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menyambut baik refleksi yang disampaikan Ketua MPR RI tersebut. Menurutnya, kisah Muzani menjadi pengingat penting bagi insan pers tentang esensi profesi wartawan.

“Jurnalisme sejati selalu bertumpu pada kebenaran dan kemanusiaan. Nilai-nilai inilah yang terus kita jaga di PWI,” ujar Munir yang juga Ketua Dewas LKBN Antara.

Sekjen PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, menambahkan pertemuan ini sekaligus bagian dari komunikasi PWI dengan pimpinan lembaga negara menjelang Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Banten.

“Kami secara resmi mengundang Ketua MPR RI untuk hadir pada HPN. Kehadiran beliau akan menjadi kehormatan dan penguat semangat insan pers,” ujarnya.

Dalam audiensi itu, Muzani juga menyinggung perubahan lanskap jurnalistik saat ini, di mana peran pewarta turut dijalankan oleh netizen dan konten kreator di ruang digital.

“Dari pemberitaan mereka kita mengetahui ada bantuan yang belum sampai dan penanganan yang belum optimal,” katanya.

Audiensi turut dihadiri jajaran pengurus PWI Pusat, di antaranya Bendahara Umum Marthen Selamet Susanto, Ketua Bidang Kemitraan dan Kerjasama Ariawan, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Irfan Junaidi, serta sejumlah ketua departemen lainnya. (*)