Pemerintahan

Bantuan Wardah dan Bukit Asam diterima RSAM

0
Spread the love

Bukittinggi,—-Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menyerahkan satu unit ventilator dari Wardah dan dua unit dari PT Bukit Asam untuk Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi, Selasa 2/6.

Tak hanya itu dari Wardah untuk RSAM juga membantu 1000 APD pada rumah sakit rujukan utama Covid-19 untuk Sumbar bagian utara.

“Pagi ini kita hadir disini menyerahkan beberapa bantuan, pertama dari PT. Bukit Asam menyerahkan 2 vintilator, dan dari Wardah menyerahkan 1000 APD level 3 untuk medis ditambah 1 ventilator untuk untuk Rumah Sakit Achmad Mochtar,”ujar Gubernur Sumbar  Irwan Prayitno yang serahkan ke Direktur RSAM Bukittinggi.

Kemudian Irwan juga jelaskan ke awak media, bahwa ventilator-ventilator yang diterima ini disiapkan juga untuk mendukung penambahan bed di Ambun Suri RSAM sekitar 100 bed yang membutuhlan empat lantai.

“Saat ini diluar Ambun Suri itu, kita sudah punya 42 bed yang sudah dipakai. Berdasarkan anjuran WHO, Kemenkes, Kemendagri, dan BNPB untuk penerapan New Normal kita harus meningkatkan Sistem Kesehatan melalui penambahan infrastruktur kesehatan. Untuk kita perlu penambahan 100 bed lagi,”terang Irwan.

Terpisah melalui keterangannya kepada Tim MMC Diskominfo, Kepala Bagian Umum RSAM Bukittinggi, Indra Sonny mengatakan semenjak pertengahan Maret lalu RSAM Bukittinggi sudah melayani pasien Covid-19.

“Ini sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : HK 01.07/Menkes/169/2020 tentang Rumah Sakit Rujukan Penanggulangan Penyakit Infeksi Emerging (PIE),” ujar Indra yang juga merupakan Koordinator Krisis Centre Covid-19 RSAM Bukittinggi.

Menurutnya, RSAM Bukittinggi telah merawat sebanyak 116 pasien PDP dan terkonfirmasi positif Covid-19, dengan pasien sembuh sebanyak 20 orang.

Disinggung mengenai kesiapan sarana prasarana RSAM, Indra mengakui pihaknya terus mengupayakan berbagai penambahan guna menunjang penanganan dan pelayanan pasien Covid-19.

“Awalnya kapasitas RSAM tersedia hanya untuk 6 Tempat Tidur (TT), kemudian berdasarkan keputusan Direktur dikembangkan menjadi 26 TT pada April, selanjutnya akan diupayakan lagi penambahan menjadi 142 TT hingga 150 TT, pada Juni ini,” jelas Indra.

Selain itu juga terdapat pengalokasian dana Belanja Tidak Terduga (BTT) dari APBD Pemprov Sumbar sebesar Rp.17 Miliar.

Disamping itu saat ini sejumlah bantuan terus mengalir, baik dari instansi pemerintah, BUMN, pihak swasta, partai politik maupun perorangan diantaranya berupa APD, alat kesehatan ataupun berbentuk suplemen makanan.

Disinggung mengenai kebutuhan yang paling mendesak, Indra menyebutkan bahwa renovasi ruangan untuk pengembangan pelayanan pasien Covid-19 penting untuk disegerakan.

“Kita butuh ruangan bertekanan negatif dengan saringan sirkulasi udara dengan memakai Hevafilter, ini tentu membutuhkan alokasi dana yang cukup besar,” ucapnya.

“Insya Allah hal ini sudah kita usahakan sesegera mungkin untuk terealisasi,”ujar Indra. (is/mmc-kominfosb)

Facebook Comments

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Pemerintahan