Di Antara Gelap dan Harap Warga Komplek Buana Tampat Durian

oleh -314 Dilihat
oleh

PADANG,KLIKSIAR— Hari mulai gelap saat Yudi, 46 tahun, menyalakan lampu senter kecil di depan rumahnya. Di RT 03 RW 04 Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, cahaya bukan sesuatu yang bisa selalu diandalkan dari tiang listrik. Di pemukiman baru itu, lampu penerangan jalan masih bersumber dari swadaya warga.

“Kalau malam, banyak warga pulang kerja. Jalanan gelap, jadi rawan,” ujar Yudi kepada Kliksiar, Selasa lalu. Di belakangnya, 48 unit rumah lainnya menggantungkan keamanan malam hari pada lampu seadanya.

Keluhan itu bukan baru kali ini terdengar. Komplek Buana Tampat Durian adalah potret umum pemukiman baru di Padang—bertumbuh cepat, namun dibuntuti infrastruktur dasar yang lambat menyusul.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Ances Kurniawan, mengatakan akan mengirim tim untuk survei ke lapangan. “Terima kasih atas informasinya,” ujarnya singkat lewat pesan.

Padahal, setiap rumah di kota ini menyumbangkan 10 persen dari tagihan listrik bulanan mereka untuk pajak penerangan jalan umum (PPJU). Dana ini menyumbang signifikan ke kas daerah: sebesar Rp661 miliar untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Padang pada 2024 lalu.

Namun, gelap tetap menyelimuti sebagian ruas jalan kota. Warga seperti Yudi dan Rozi hanya bisa berharap cahaya dari pemerintah tak terlambat datang.  (Adh)