SERANG, KLIKSIAR-– Forum Wartawan Parlemen (FWP) Sumatera Barat melakukan kunjungan kerja ke DPRD Provinsi Banten, Rabu (11/2). Agenda ini menjadi ajang studi tiru untuk memperkuat sinergi antara media dengan lembaga legislatif.
Rombongan FWP Sumbar hadir bersama staf Humas DPRD Sumbar, yakni Arnelly Amran, Ida Wulansari, dan Supriyadi. Sebanyak 19 wartawan dari media cetak, online, dan elektronik ikut serta dalam kegiatan tersebut.
Kepala Bagian Persidangan, Aspirasi, dan Humas DPRD Banten, Ibud Sihabudin, menyambut langsung rombongan. Ia menekankan pentingnya membangun komunikasi yang sehat dengan insan pers.
“Awal saya bertugas, hubungan dengan wartawan cukup menantang. Namun setelah delapan tahun, Alhamdulillah kini terjalin erat dan penuh keakraban,” ujar Ibud.
Menurutnya, media berperan besar dalam menyampaikan informasi dewan kepada masyarakat. Keterbukaan informasi, lanjutnya, menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif.
Ketua FWP Sumbar, Novrianto, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat DPRD Banten. Ia menilai banyak hal yang bisa dijadikan referensi, terutama soal pola kerja sama dan dukungan kelembagaan terhadap media.
“Kami mendapat wawasan baru, termasuk adanya dukungan anggaran bagi media dalam mengawal kegiatan reses anggota dewan di Banten,” kata Novrianto.
Ia mengungkapkan, di Banten terdapat alokasi sekitar Rp1 miliar untuk mendukung kerja media dalam peliputan reses. “Anggaran itu bukan sekadar angka, melainkan bentuk komitmen lembaga agar setiap kegiatan dewan terdokumentasi dan tersampaikan ke masyarakat,” tambahnya.
Novrianto menilai, skema dukungan anggaran yang jelas dan terukur dapat menjadi rujukan bagi DPRD Sumbar. Dengan pola kemitraan yang profesional, wartawan bisa bekerja lebih optimal, sementara publik memperoleh informasi yang utuh dan berimbang.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh silaturahmi. Acara ditutup dengan penyerahan cendera mata dari DPRD Sumbar kepada DPRD Banten sebagai simbol persahabatan dan penguatan kerja sama antarlembaga. (***)







