Hujan Deras Tak Goyahkan Warga Padang: Final Selaju Sampan Jadi Panggung Euforia di Batang Arau

oleh -704 Dilihat
oleh

PADANG,KLIKSIAR— Hujan ‘berketutus’ mengguyur Kota Padang sejak siang, tapi semangat warga tak luntur. Sungai Batang Arau, saksi bisu sejarah kota, berubah menjadi arena penuh sorak dan tepuk tangan saat final Selaju Sampan digelar dalam rangka Hari Jadi Kota Padang (10/8/ 2025).

Ribuan warga tumpah ruah di kawasan Palinggam. Payung, jas hujan, bahkan plastik seadanya tak mampu menutupi euforia. Mereka datang bukan sekadar menonton lomba, tapi merayakan kebersamaan yang tak bisa dibeli.

Annisa, salah satu penonton, berdiri tegak di bawah guyuran hujan. “Selaju Sampan bukan sekadar lomba. Ini tradisi, ini kebanggaan. Batang Arau menyatukan kita,” ujarnya, matanya tak lepas dari perahu-perahu yang melaju kencang.

Alfiwi, yang datang bersama teman-temannya, menyebut HJK Padang tahun ini sebagai perayaan yang benar-benar hidup. “Kemarin pawai telong-telong, sekarang Selaju Sampan. Hujan bukan halangan. Ini akhir pekan yang penuh warna,” katanya.

Ika, penonton lain, berharap hiburan seperti ini terus digelar. “Kami butuh ruang untuk bergembira. Musik Minang, lomba tradisional, semuanya menyatu. Ini bukan sekadar tontonan, ini identitas,” ujarnya.

Dan benar saja, ketika grup musik membawakan lagu “Dayuang Palinggam”, suasana berubah menjadi pesta rakyat. Warga bergoyang di bawah hujan, mengikuti irama yang membangkitkan semangat dan nostalgia.

Final Selaju Sampan bukan hanya penutup rangkaian HJK Padang. Ia adalah simbol bahwa hujan tak bisa memadamkan semangat warga. Di Batang Arau, tradisi dan kebersamaan tetap mengalir deras seperti sungainya, seperti semangatnya. (***)