Huntara Batang Anai Hampir Rampung, Andre Rosiade: Warga Harus Tinggal Nyaman

oleh -79 Dilihat
oleh

PADANG PARIAMAN – Harapan warga korban banjir dan galodo di Sumatera Barat untuk segera menempati hunian layak kian mendekati kenyataan. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, meninjau langsung progres pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Senin (19/1).

Andre memastikan pembangunan Huntara berjalan sesuai target. Hunian yang dikelola Danantara dengan pelaksana PT Nindya Karya itu ditargetkan rampung pekan ini, sebelum diserahterimakan kepada masyarakat terdampak.

“Insya Allah, Sabtu 25 Januari 2026 ini akan diresmikan. Kami ingin masyarakat tidak hanya sekadar punya tempat berteduh, tetapi juga merasa nyaman,” ujar Andre.

Ia menegaskan, pembangunan Huntara kali ini mengacu pada arahan Presiden Prabowo Subianto agar hunian sementara dibangun dengan standar lebih manusiawi. Tinggi atap ditingkatkan menjadi tiga meter dari sebelumnya 2,4 meter, serta dilengkapi plafon agar suhu ruangan tetap sejuk.

Tidak hanya itu, setiap unit Huntara juga dilengkapi kasur, kipas angin, dan lemari. “Hunian ini tidak diserahkan dalam kondisi kosong. Semua fasilitas dasar sudah tersedia,” tambah Andre.

Pembangunan Huntara dilakukan serentak di tiga wilayah terdampak bencana terparah di Sumbar. Di Batang Anai, Padang Pariaman, dibangun 40 unit dengan progres 90 persen. Di Kabupaten Agam, kawasan Tanjung Raya, dibangun 50 unit yang tersebar di Linggai (30 unit) dan Bancah (20 unit). Sementara di Kabupaten Tanah Datar, Malalo, dibangun 28 unit Huntara.

Project Manager PT Nindya Karya, Syafriwal, menyebut kawasan Huntara dilengkapi fasilitas komunal, seperti delapan unit toilet, dua dapur umum, area cuci dan jemuran, serta ruang pertemuan berukuran 4×8 meter. Setiap unit juga sudah terhubung listrik PLN 900 watt dan jaringan Wi-Fi.

Selain itu, tersedia lahan terbuka yang bisa dimanfaatkan warga sebagai lapangan olahraga, baik sepak bola mini maupun badminton.

Andre menegaskan percepatan pembangunan Huntara merupakan komitmen pemerintah dalam memulihkan kondisi sosial dan psikologis masyarakat pascabencana. “Ini bukan hanya soal bangunan, tetapi tentang menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi warga yang terdampak,” tutup Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM) itu.  (***)