TANGERANG,KLIKSIAR– Menyambut arus mudik dan balik Idulfitri 1447 H/2026 M, InJourney Aviation Services (IAS) resmi membuka Posko Gabungan Nasional (POSGABNAS) IAS Group. Posko ini menjadi pusat koordinasi operasional untuk memastikan pelayanan penerbangan berjalan aman, lancar, dan nyaman bagi pengguna jasa bandara.
Pembukaan POSGABNAS berlangsung di Grand Anara Airport Hotel, Terminal 3 Domestik Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (12/3). Direktur Utama IAS Budi Setyawan Wijaya memimpin langsung acara tersebut. Posko akan beroperasi mulai 13 hingga 30 Maret 2026 di seluruh regional IAS Group, yakni Bandara Kualanamu, Soekarno-Hatta, I Gusti Ngurah Rai, dan Hasanuddin.
POSGABNAS dibentuk untuk memperkuat sinergi antar entitas IAS Group serta menjaga kelancaran operasional maskapai dan pelayanan penumpang selama puncak mobilitas Lebaran. Melalui sistem digital terintegrasi seperti Manajemen Operasi Traffic (MOT), Cargo Integrated System (CIS), Gapura Integrated System (GIS), dan Baggage Delivery Time (BDT), IAS melakukan pemantauan real time terhadap penerbangan, pelayanan penumpang, bagasi, hingga operasional kargo.
Direktur Operasi IAS Danny Thaharsyah menegaskan komitmen perusahaan menghadirkan pengalaman perjalanan terbaik. “Fokus kami bukan hanya pada kesiapan fasilitas dan operasional bandara, tetapi juga bagaimana memberikan pelayanan yang nyaman dan berkualitas bagi penumpang,” ujarnya.
Selain sebagai pusat pemantauan, POSGABNAS juga berfungsi sebagai crisis center untuk koordinasi cepat jika terjadi kondisi darurat. IAS memastikan kesiapan petugas layanan, perbaikan fasilitas, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia guna mendukung kelancaran angkutan udara Lebaran.
Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko InJourney Yudhi Rizkiyardie Darun menyebut momentum Ramadan dan Lebaran juga mendorong pergerakan wisata domestik. InJourney memproyeksikan okupansi hotel dalam ekosistemnya mencapai 63 persen, naik 10 persen dari periode sebelumnya, serta kunjungan destinasi wisata meningkat 15 persen.
Destinasi yang diperkirakan ramai dikunjungi antara lain Candi Prambanan, Borobudur, Ratu Boko, Kawasan Mandalika, Nusa Dua, Golomori, Sarinah, dan Taman Mini Indonesia Indah. “Periode Lebaran dan Nyepi yang didukung kebijakan Work From Anywhere menjadi peluang penting untuk mendorong mobilitas wisatawan sekaligus memastikan pengalaman perjalanan yang seamless,” kata Yudhi.
InJourney optimistis peningkatan aktivitas pariwisata pada periode ini akan memberi kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui pergerakan wisatawan domestik dan aktivitas ekonomi di berbagai destinasi.
(***)









