JAKARTA, KLIKSIAR— Pengurus Pusat Ikatan Wartawan Online (IWO) bertemu jajaran Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) guna membahas berbagai persoalan yang dihadapi media online di tengah disrupsi digital yang kian masif.
Pertemuan berlangsung di Kantor Komdigi, Lantai 6, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Selatan, Senin (27/11). Hadir mewakili Menteri Komdigi, Dirjen Komunikasi Publik dan Media Fifi Aleyda Yahya, didampingi Plt Direktur Ekosistem Media Farida Dewi Maharani.
Sementara dari IWO hadir Ketua Umum HT Yudhistira Adi Nugraha, Anggota Majelis Etik Budi Irawan, Bendahara Umum Adrika Willis, dan Wasekjen Sainudin Mahyudin.
Fifi Aleyda Yahya menyebut, disrupsi media dan menjamurnya platform digital, khususnya media sosial, menjadi tantangan serius bagi eksistensi media online. “Peran media sebagai kontrol sosial dan penyedia literasi publik mulai kabur akibat dominasi influencer yang tidak terikat etika jurnalistik,” ujarnya.
Ketua Umum IWO HT Yudhistira menyampaikan keresahan insan media online terhadap ketimpangan regulasi antara media digital dan media sosial. “Media online diikat UU Pers dan wajib berbadan hukum, sementara media sosial bebas tanpa aturan yang jelas, tapi justru menguasai pasar iklan,” katanya.
Yudhistira berharap Komdigi dapat merumuskan regulasi yang adil agar media sosial tidak sepenuhnya menggerus ruang media online. Ia juga menyampaikan harapan agar IWO dapat berkolaborasi dalam kampanye positif, termasuk mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo.
“IWO siap bersinergi dalam kampanye deradikalisasi, seperti kasus di SMAN 72 Jakarta Utara, serta turut memerangi judi online yang masih marak,” tegasnya.
Pertemuan berlangsung hangat dan diakhiri dengan sesi diskusi kompetensi wartawan serta harapan IWO untuk segera menjadi konstituen Dewan Pers. Acara ditutup dengan foto bersama. (***)






