Padang,Kliksiar– Di tengah semarak peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, warga Kelurahan Pasar Gadang, Kecamatan Padang Selatan, tak sekadar merayakan. Mereka bergerak. Minggu, (24/8). Ratusan warga dari berbagai kalangan turun ke jalan, bukan hanya untuk olahraga, tapi untuk membersihkan lingkungan mereka sendiri.
Gerak jalan santai dan aksi bersih-bersih dilepas langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, di depan Kantor Lurah Pasar Gadang. Tapi ia tak hanya berdiri di garis start. Seusai jalan santai, Fadly ikut turun tangan, membersihkan saluran air dan jalan bersama warga. Sebuah gestur yang jarang terlihat di panggung politik.
“Mari kita jadikan kegiatan ini bukan hanya sekadar jalan santai, tapi juga momentum untuk menjaga kesehatan. Kalau kita sehat, insyaallah keluarga juga sehat, anak-anak terhindar dari hal-hal negatif seperti keluyuran malam, narkoba, dan tawuran,” ujar Fadly saat memberikan sambutan.
Ia tak berhenti di soal kesehatan. Fadly bicara soal kebersihan sebagai gaya hidup. Ia menyebut inisiatif warga Pasar Gadang sebagai contoh bahwa gerakan kecil bisa berdampak besar.
“Kalau rumah kita bersih, pekarangan kita bersih, maka kota kita pun insyaallah akan bersih. Untuk itu mari kita dukung petugas-petugas kebersihan yang setiap hari menjadi garda terdepan menjaga kebersihan Kota Padang ini,” katanya.
Di tengah suasana santai, Fadly juga menyelipkan pesan hukum. Ia menyinggung Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) baru Nomor 1 Tahun 2023 yang akan berlaku efektif pada 2026. Menurutnya, aturan baru itu memuat sanksi pidana sosial bagi pelanggar ketertiban dan kebersihan lingkungan. Sebuah pendekatan yang sejalan dengan semangat gotong royong.
Hari itu, Pasar Gadang bukan sekadar lokasi kegiatan. Ia menjadi simbol bahwa kebersihan bukan tugas pemerintah semata, tapi gerakan bersama. Dan Wali Kota, alih-alih bicara dari podium, memilih turun ke jalan. (***)








