Kaliandra di Tanah Minang: Semen Padang Tanam Energi, Bupati Jhon Kenedy Turun Tangan

oleh -675 Dilihat
oleh

PADANG PARIAMAN,— Di tengah isu global soal transisi energi, PT Semen Padang tak memilih jalan retoris. Mereka turun ke tanah, menanam harapan. Kaliandra—tanaman semak yang dulu dianggap biasa—kini jadi simbol energi masa depan. Dan Bupati Padang Pariaman, Jhon Kenedy Azis, tak mau hanya jadi penonton.

“Kaliandra ini luar biasa. Kalorinya menyamai batubara. Tapi bedanya, dia tumbuh di tanah kita, bukan digali dari perut bumi,” ujar Jhon Kenedy saat menerima kunjungan tim PT Semen Padang di rumah dinasnya, Jumat malam (15/8).

Program penanaman kaliandra digagas PT Semen Padang bersama Kelompok Hutan Kemasyarakatan (HKm) Sialangan di dua nagari: Limau Puruik dan Aur Malintang Selatan. Targetnya jelas—panen biomassa untuk wood pellet, sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) yang bisa menggantikan batubara. Panen perdana dijadwalkan September, melibatkan perusahaan, pemerintah, dan masyarakat.

Bagi Jhon Kenedy, ini bukan sekadar proyek. Ini nostalgia. Di kampungnya, Sungai Geringgiang, kaliandra sudah lama dibudidayakan. “Saya tahu betul potensi tanaman ini. Ramah lingkungan, dan bisa jadi bahan bakar alternatif,” katanya.

Tapi apresiasi Jhon tak berhenti di situ. Ia menyebut PT Semen Padang sebagai kebanggaan Sumatera Barat. “Perusahaan ini bukan hanya soal semen. Ia soal kontribusi. Soal keberpihakan pada daerah. Kita harus dukung agar tetap bertahan,” tegas mantan anggota DPR RI dua periode itu.

Ilham Akbar, Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang, menjelaskan bahwa program kaliandra adalah bagian dari komitmen ESG perusahaan. “Kami ingin menciptakan ekosistem hijau sekaligus membuka peluang ekonomi baru,” ujarnya.

Dan peluang itu bukan sekadar janji. Kayu kaliandra bisa diolah jadi wood pellet, daunnya jadi pakan ternak, bunganya sumber nektar lebah, akarnya memperbaiki tanah. “Soal pemasaran, masyarakat tak perlu khawatir. Kami siap jadi offtaker berapa pun jumlahnya,” tegas Ilham.

Tak berhenti di energi, PT Semen Padang juga memperkenalkan SEPABLOCK—bata interlock ramah lingkungan, tahan gempa, dan efisien. “Rumah bisa selesai dalam tiga minggu, hemat 10 persen, dan tak perlu plester. Sudah dipakai di Pasaman Barat, Arosuka, Payakumbuh, hingga kawasan Bandara Internasional Minangkabau,” jelas Ilham.

Kunjungan itu juga dihadiri Kepala Unit CSR Idris, Kepala Seksi TJSL CSR Edi Fahrizal, dan staf lainnya. Suasana hangat, tapi pembicaraan serius: soal masa depan energi, soal inovasi, soal keberlanjutan.

Program kaliandra ini sejalan dengan Asta Cita Presiden dan program unggulan Gubernur Sumbar. Di tengah krisis iklim dan ketidakpastian energi, PT Semen Padang memilih jalan hijau—jalan yang melibatkan rakyat, bukan sekadar investor.

Dan Bupati Jhon Kenedy siap mendukung. “Kolaborasi pemerintah dan perusahaan harus diperkuat. Dengan kebersamaan, Padang Pariaman dan Sumbar bisa jadi daerah yang adaptif menghadapi tantangan energi dan pembangunan ke depan,” tutupnya. (***)