Kemenhaj Sumbar dan BPS-Bipih Matangkan Pelunasan Bipih Tahap II

oleh -464 Dilihat
oleh

PADANG,KLIKSIAR— Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Sumatera Barat memperkuat sinergi dengan Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS-Bipih) guna mengoptimalkan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) Tahap II tahun 1447 H/2026 M.

Langkah itu ditandai dengan digelarnya rapat konsolidasi di Asrama Haji Tabing Padang, Rabu (31/12), yang dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar, M. Rifki. Rapat diikuti Kepala Kantor Kemenhaj kabupaten/kota serta pimpinan BPS-Bipih se-Sumbar.

Rifki menegaskan, pelunasan tahap kedua diprioritaskan bagi jemaah yang terkendala pada tahap sebelumnya, seperti gagal sistem akibat gangguan jaringan atau belum sempat melunasi meski telah memenuhi syarat istithaah kesehatan.

“Sinergi semua pihak sangat penting. Kita minta jajaran Kemenhaj dan perbankan aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada jemaah,” ujarnya.

Ia menyebut, capaian pelunasan tahap pertama di Sumbar mencapai 75 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional yang berada di angka 73 persen. Capaian ini dinilai sebagai bentuk komitmen jemaah dan kerja keras seluruh pihak, meski Sumbar masih dalam masa pemulihan pascabencana.

Selain jemaah gagal sistem, pelunasan tahap kedua juga diperuntukkan bagi jemaah penggabungan mahram dengan selisih masa tunggu maksimal lima tahun, serta pendamping jemaah lansia dan penyandang disabilitas.

“Jumlah jemaah lansia di Sumbar tercatat 196 orang atau sekitar lima persen dari kuota. Mereka menjadi prioritas, termasuk penyandang disabilitas dan pendampingnya yang kini mendapat porsi khusus sesuai regulasi baru,” jelasnya.

Rifki juga menyoroti potensi optimalisasi kuota cadangan. Dari total kuota cadangan 40 persen, sebanyak 275 jemaah memilih menunda keberangkatan ke tahun 2027. Hal ini membuka peluang bagi Sumbar untuk mengisi hingga 949 kuota tambahan.

“Kalau pelunasan melebihi kuota, kita siap ajukan permohonan penambahan ke pusat. Siapa tahu ada provinsi lain yang tidak terpenuhi,” katanya.

Ia berharap, melalui koordinasi yang solid dengan BPS-Bipih, pelunasan tahap kedua berjalan lancar dan kuota jemaah haji Sumbar tahun 2026 dapat terpenuhi secara maksimal. (Grp)