Padang Pariaman — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand) yang bertugas di Nagari Campago, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, hadirkan inovasi cerdas: mengolah limbah jagung menjadi pakan ternak alternatif bernutrisi tinggi untuk sapi, kambing, dan kerbau.
Nagari Campago dikenal sebagai daerah penghasil jagung besar, tapi sayang, limbah seperti tongkol, batang, dan daun sering terbuang sia-sia. Rafli, Koordinator Tim Proker Pertanian KKN Unand, melihat potensi itu dan mengajak memanfaatkan limbah lewat teknik amoniasi agar jadi pakan berkualitas.
Amoniasi sendiri adalah proses pengolahan bahan pakan berserat menggunakan larutan urea yang bisa menaikkan kandungan protein dan membuat tekstur pakan lebih lunak, sehingga ternak bisa mencernanya dengan mudah. Limbah jagung kering yang sudah dicacah dicampur larutan urea, lalu disegel rapat dalam plastik kedap udara selama 3–4 minggu.
Hasilnya? Pakan yang kaya protein dan rendah serat kasar, cocok untuk meningkatkan asupan gizi ternak secara optimal.
Manfaat inovasi ini terasa langsung oleh peternak lokal. Selain hemat dari biaya beli pakan komersial, mereka jadi bisa memanfaatkan limbah yang sebelumnya hanya terbuang. Terutama saat musim kemarau, ketika rumput susah didapat, pakan amoniasi jadi solusi yang praktis dan terjangkau.
Seorang peternak sapi di Campago bercerita, “Kalau bisa bikin pakan sendiri dari sisa jagung, tentu sangat membantu. Di musim kemarau ini, cara ini murah dan mudah kami lakukan di rumah.”
Tak hanya menciptakan pakan, tim KKN Unand juga aktif memberi pelatihan langsung kepada peternak dan warga. Mereka belajar tentang pemilihan bahan baku, dosis urea yang aman, teknik pencampuran, dan cara penyimpanan agar pakan tetap awet dan tidak rusak.
Wali Nagari Campago, Zulhadi, sangat mendukung langkah ini. Ia berharap masyarakat bisa terus mengembangkan metode ini sebagai upaya meningkatkan ketahanan pakan dan mendongkrak ekonomi peternak di daerah.
Inovasi sederhana dari limbah jagung ini bukan hanya ramah lingkungan tapi juga jitu bantu peternak lokal jadi lebih mandiri dan produktif. Salut buat para mahasiswa Unand yang membawa perubahan nyata di desa! (***)








