Manajemen PT SSL Klarifikasi Video Bupati Siak: Tak Ada Aksi Saling Bentak

oleh -293 Dilihat
oleh

SIAK,KLIKSIAR— Video Bupati Siak Afni Zulkifli yang beredar di media sosial memicu reaksi dari berbagai pihak. Dalam video berdurasi 4 menit 49 detik itu, Afni menyebut pertemuannya dengan Ketua APHI Riau, Muller Tampubolon, dan manajemen PT Seraya Sumber Lestari (SSL) berlangsung panas dan berujung saling bentak. Namun, pihak APHI dan PT SSL membantah keras tudingan tersebut.

Pertemuan yang berlangsung Sabtu, 23 Agustus 2025, di Pekanbaru, merupakan tindak lanjut dari diskusi sebelumnya pada Kamis, 21 Agustus, antara Pemkab Siak dan unsur Pentahelix, termasuk APHI. Agenda utama adalah mencari solusi atas konflik lahan dan kehutanan di wilayah Tumang dan sekitarnya.

Dalam video yang diunggah di akun media sosialnya, Bupati Afni menyebut pertemuan hanya berlangsung sekitar 10 menit dan berakhir dengan ketegangan. Ia menyatakan akan mengusulkan pencabutan izin PT SSL ke Kementerian Kehutanan.

“Pertemuan yang awalnya untuk negosiasi damai hanya bertahan 10 menit. Kami saling membentak. Petinggi PT SSL yang menemui saya sepertinya tak punya tata krama,” ucap Afni dalam video tersebut.

Menanggapi hal itu, Ketua APHI Riau, Muller Tampubolon, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut adalah inisiatif APHI untuk membuka ruang dialog dan mencari titik terang atas konflik yang terjadi.

“Pertemuan ini non formal agar lebih terbuka. Tujuannya jelas: mencari solusi bersama,” ujar Muller.

Ia menegaskan bahwa yang hadir mewakili PT SSL adalah pihak manajemen, bukan pemegang saham. Dalam pertemuan itu, Bupati sempat menawarkan fasilitasi lahan seluas 2.000 hektar untuk penambahan areal produksi PT SSL, serta meminta perusahaan menyetujui Restorative Justice bagi pelaku penyerangan dan pembakaran fasilitas PT SSL.

“PT SSL menyampaikan bahwa mereka menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian,” jelas Muller.

Manajemen PT SSL juga mengungkap dampak serius dari insiden penyerangan, termasuk kerusakan fasilitas, trauma psikologis terhadap karyawan dan keluarga, serta meninggalnya salah satu manajer akibat tidak mendapat penanganan medis karena klinik turut dibakar.

“PT SSL berharap semua pihak mematuhi proses hukum agar tidak menciptakan preseden buruk dalam penegakan hukum di Kabupaten Siak,” tambah Muller.

Ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut memang berlangsung singkat dan tidak menghasilkan kesepahaman. Menurutnya, Bupati tidak memberikan ruang bagi manajemen PT SSL untuk menjelaskan secara utuh situasi yang terjadi.

“Karena pembicaraan tidak sejalan dan dinyatakan deadlock oleh pihak Bupati, PT SSL memilih meninggalkan lokasi pertemuan. Pembicaraan hanya satu arah, dan kami tidak diberi kesempatan menyampaikan permasalahan yang ada,” ujar Muller.

Ia juga membantah keras pernyataan dalam video yang menyebut adanya aksi saling bentak.

“Tidak ada bentak-bentakan. Tujuan kami jelas: mencari win-win solution atas konflik yang terjadi,” tutup Muller. (***)