PADANG,KLIKSIAR — Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Sumatera Barat memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-80 yang dirangkai dengan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) pertama, di Auditorium Gubernur Sumbar, Padang, Minggu (23/8).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 300 peserta yang terdiri dari pengurus Muslimat NU dari 19 pimpinan cabang (PC) se-Sumatera Barat. Rakerwil digelar sehari untuk membahas, menyusun, sekaligus memantapkan program kerja Muslimat NU untuk satu tahun ke depan.
Kegiatan itu dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sumbar, Adib Fikri, yang mewakili Gubernur Sumbar Mahyeldi, jajaran pengurus NU Sumbar serta sejumlah tokoh NU lainnya. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Ketua Muslimat NU Sumbar, Rizka Eka Putri, mengatakan Harlah ke-80 menjadi momentum strategis bagi Muslimat NU sebagai salah satu organisasi perempuan terbesar di Indonesia untuk memperkuat peran dalam membangun ketahanan dan meningkatkan kesejahteraan umat.
“Melalui Harlah ke-80 ini, Muslimat NU juga mencanangkan sejumlah program yang nantinya dilaksanakan oleh seluruh pimpinan cabang di 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat,” ujar Rizka.
Menurutnya, sejumlah program yang menjadi perhatian Muslimat NU Sumbar antara lain Muslimat NU Peduli Kemiskinan Ekstrem, Muslimat Peduli Lingkungan, serta Muslimat Bugar di bidang kesehatan.
Program peduli lingkungan, kata Rizka, diarahkan pada pengelolaan sampah, pengembangan bank sampah dan penanaman pohon di lingkungan masyarakat. Sementara program Muslimat Bugar ditujukan untuk mendorong peningkatan kesadaran dan kualitas kesehatan warga.
“Program-program tersebut nantinya akan diinstruksikan kepada seluruh pimpinan cabang untuk dilaksanakan sesuai hasil Rakerwil,” katanya.
Rizka menjelaskan, program kerja yang dibahas dalam Rakerwil merupakan agenda resmi organisasi yang mengacu pada hasil Kongres Muslimat NU di Surabaya. Program tersebut mencakup berbagai bidang, seperti keagamaan, pendidikan, kesehatan, lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Di bidang pendidikan, Muslimat NU Sumbar memiliki Yayasan Pendidikan Muslimat (YPM) yang mengelola lembaga pendidikan mulai dari jenjang PAUD dan TK. Saat ini terdapat 37 PAUD yang dikelola melalui lembaga tersebut.
Sementara di bidang kesejahteraan dan pemberdayaan ekonomi, Muslimat NU Sumbar telah memiliki Koperasi Annisa. Koperasi tersebut telah beroperasi di Kabupaten Pasaman dan sejumlah daerah lainnya, dengan kegiatan usaha antara lain simpan pinjam dan koperasi primer.
Rizka berharap seluruh program yang dihasilkan melalui Rakerwil pertama Muslimat NU Sumbar dapat direalisasikan secara konsisten oleh seluruh pimpinan cabang di 19 kabupaten dan kota.
“Harapan kami, seluruh program yang telah dilahirkan melalui Rakerwil ini tidak hanya menjadi rencana di atas kertas, tetapi benar-benar dilaksanakan oleh setiap pimpinan cabang sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Rizka didampingi Ketua Panitia Pelaksana Yennita Yatim, S.Sos., S.H., M.Pd., dan Sekretaris Panitia Pelaksana Dr. Lilis Andriani, M.Pd. (*)








