Newport Minta Maaf soal Tantangan Hafalan Al Quran Berhadiah Minuman Beralkohol

oleh -42 Dilihat
oleh

JAKARTA,KLIKSIAR – Pihak Newport akhirnya buka suara terkait viralnya video tantangan membaca atau menghafal salah satu surat Al Quran yang berlangsung di booth sponsor minuman beralkohol tersebut dalam acara The Sounds Project di Ecopark Ancol, Jakarta Utara, Minggu (9/8/2026).

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat sejumlah orang mengikuti tantangan menghafal surat Al Quran dengan hadiah berupa satu botol produk minuman.

Direktur Newport, Handoko Sasongko, menyampaikan permohonan maaf kepada umat Muslim, tokoh agama, dan seluruh masyarakat Indonesia atas kejadian tersebut.

“Newport menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat Muslim, tokoh agama, dan seluruh masyarakat Indonesia atas kejadian yang menimbulkan ketidaknyamanan, rasa terluka, dan kegaduhan yang terjadi,” kata Handoko dalam siaran pers, Selasa (11/8/2026).

Handoko menegaskan, aktivitas tersebut bukan bagian dari konsep maupun program promosi yang dibuat Newport.

“Newport perlu meluruskan bahwa aktivitas tersebut bukan merupakan program, konsep promosi, challenge, maupun arahan yang dibuat atau direncanakan oleh Newport,” ujarnya.

Menurutnya, aktivitas tersebut muncul secara spontan dari pengunjung yang berada di lokasi. Newport mengaku menyesalkan karena situasi tersebut tidak segera ditangani sebagaimana mestinya.

“Aktivitas tersebut muncul secara spontan dari pengunjung yang berada di lokasi. Newport sangat menyesalkan bahwa situasi tersebut tidak ditangani sebagaimana mestinya pada saat kejadian,” tutur Handoko.

Akui Ada Kelemahan Pengawasan

Newport juga mengakui adanya kelemahan dalam pengawasan terhadap aktivitas di booth, termasuk ketika pengunjung dapat mengambil alih mikrofon yang digunakan pembawa acara.

“Kami menyesal adanya kelemahan dalam pengawasan terhadap pengunjung yang bisa mengambil alih mic dari MC di lapangan, sehingga tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama, keyakinan, budaya, serta adat istiadat yang dijunjung oleh masyarakat dapat terjadi,” ungkap Handoko.

Ia menegaskan bahwa Newport menghormati nilai-nilai agama dan sensitivitas yang hidup di tengah masyarakat Indonesia.

“Penghormatan terhadap nilai-nilai tersebut menjadi hal yang penting dalam setiap kegiatan dan interaksi Newport dengan masyarakat,” tambahnya.

Newport Lakukan Evaluasi Internal

Atas kejadian tersebut, Newport mengaku telah melakukan evaluasi internal dan mengambil tindakan terhadap personel terkait.

Perusahaan juga menyatakan telah memperkuat arahan serta prosedur kepada seluruh tim dan mitra yang terlibat dalam kegiatan lapangan.

“Kejadian ini merupakan peringatan keras sekaligus bahan refleksi mendalam bagi kami untuk segera merumuskan standar operasional (strict guidelines) secara lebih ketat, dengan menempatkan aspek kehormatan terhadap nilai religi, adat istiadat, serta etika kemasyarakatan sebagai landasan,” kata Handoko.

Manajemen Newport berkomitmen memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Manajemen Newport berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa kejadian serupa tidak akan pernah terulang kembali di masa mendatang,” tegasnya.

The Sounds Project Turut Mengecam

Sebelumnya, pihak The Sounds Project juga telah memberikan tanggapan terkait video yang viral tersebut.

Penyelenggara menyatakan masih memastikan fakta dan kronologi kejadian karena insiden tersebut melibatkan sejumlah pihak.

“Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut,” demikian pernyataan The Sounds Project.

Pihak penyelenggara juga menegaskan tidak membenarkan tindakan apa pun yang menyinggung suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Insiden tersebut kemudian menjadi sorotan publik karena melibatkan simbol keagamaan dalam sebuah aktivitas promosi di booth minuman beralkohol. Newport menyatakan akan menjadikan kejadian tersebut sebagai evaluasi serius untuk memperketat pengawasan pada kegiatan-kegiatan berikutnya. (***)