PE Sumbar Naik, Ini Ungkapan Dony Oskaria

oleh -28 Dilihat
oleh

JAKARTA,KLIKSIAR–Top leader 1000 lebih BUMN Dony Oskaria yang putra Tanjung Alam itu bikin semua orang takjub.

Pasalnya, soal Sumbar selama Dony Oskaria mengkritik, bahkan mengungkap kalau Sumbar provinsi dengan PE terendah di Sumatra bahkan lima besar PE.terendah di di Indonesia, Sumbar salah urus miskin, jadi viral.

Tapi, Kamis 7/5-2026, Dony Oskaria angkat jempol alias memuji Mahyeldi-Vasko atas capaian pertimbuhan ekonomi pada semester pertama 2026.

“Saya kritik keras selama ini, karena saya Sayang provinsi kampung halaman itu, Allhamdulillah, berdasarkan relis BPS, angka Pertumbuhan Ekonomi (PE) Sumbar naik, saya memuji dan berharap trend PE Sumbar setiap bulan naik terus,”ujar Dony Oskaria pagi ini.

Dony Oskaria memberikan pujian atas capaian signifikan pertumbuhan ekonomi Sumbar.

Dony memuji capaian Gubernur Mahyeldi dan Wakil Gubernur Vasko Ruseimy, semoga angka PE Sumbar ini semakin meningkat dan menyamai bahkan dapat melampaui pertumbuhan nasional.

“Kuncinya kerja keras seluruh pemimpin Sumbar dan hasilnya semakin dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Sumbar,”ujar.Dony Oskaria.

Pertumbuhan ekonomi (PE) Sumatera Barat (Sumbar) berdassarkan data resmi pada Triwulan I 2026 tumbuh di atas 5 persen (5,02%).

Kenaikan PE Sumbar ini menurut BPS karena didorong oleh rehabilitasi infrastruktur pascabencana dan konsumsi rumah tangga.

Padahal PE Sumbar sebelum ini tidka Dony Oskaria saja yanv galau, banyak kalangan baik di ranah mauoun di rantau galau dan gusar, dan itu wajar.

Karena PE Sumbar sempat mencatatkan angka terendah se-Sumatera pada 2025 yaitu 3,94 persen.

Sejak itu perbaikan mulai terlihat, dengan kontribusi PDRB regional mencapai 6,83 persen. .Berikut rincian situasi ekonomi Sumbar berdasarkan laporan terbaru (2025-2026):Triwulan I 2026 dikutip dari berbagai sumber.

Ekonomi tumbuh 5,02% yoy, masih di bawah angka nasional (5,6%).Sektor Penggerak 2026: Rehabilitasi infrastruktur pascabencana, konsumsi rumah tangga, serta peningkatan komoditas unggulan seperti CPO dan gambir.Kondisi 2025: Pada akhir 2025, pertumbuhan sempat melambat di angka 3,37% – 3,94%, memicu gerakan “Sumbar Bangkit” untuk memulihkan sektor UMKM dan pariwisata.Ketenagakerjaan (Agustus 2024): Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tercatat 70,28% dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurun ke 5,75%.Prospek: Pembangunan infrastruktur, termasuk lanjutan JTTS (Padang-Sicincin), semua itu tekah diproyeksikan memacu ekonomi.(***)