JAKARTA,KLIKSIAR— Pemerintah Republik Indonesia menegaskan bahwa penanganan bencana banjir dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera dilakukan sejak detik pertama kejadian. Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menyebut seluruh unsur negara langsung bergerak begitu hujan ekstrem melanda pada 24–26 November lalu.
“Petugas di lapangan langsung bekerja tanpa kamera, tanpa publikasi. Fokus utama saat itu hanya satu: menyelamatkan warga,” ujar Teddy, Jumat (29/11).
Pada puncak bencana 25–26 November, Kepala BNPB langsung bertolak ke Sumatera Utara usai menangani erupsi Gunung Semeru di Lumajang. Di saat bersamaan, aparat TNI, Polri, Basarnas, BPBD, serta relawan telah berjibaku di lokasi terdampak.
Presiden RI juga langsung berkomunikasi dengan kepala daerah terdampak dan memerintahkan Menko PMK untuk mengoordinasikan mobilisasi nasional. Pada 27 November, helikopter dari Sumatera dan Jawa diterbangkan ke wilayah terdampak, termasuk ke Banda Aceh, untuk membawa logistik, genset, dan mengevakuasi warga di daerah terisolasi.
“Evakuasi dilakukan di tengah hujan dan medan berat. Tidak ada kamera di sana,” tegas Teddy.
Memasuki hari kedua, sekitar 20 ribu personel gabungan dikerahkan. Pada 28 November, empat pesawat dan 15 helikopter mulai aktif beroperasi. Sejak itu pula, akses media dibuka.
Kini, lebih dari 80 unit pesawat dan helikopter dari TNI, Polri, Basarnas, swasta, dan Susi Air terus beroperasi. Presiden bersama Wakil Presiden dan para menteri telah beberapa kali meninjau langsung lokasi bencana di tiga provinsi.
Terkait status bencana nasional, Teddy menegaskan bahwa sejak 26 November pemerintah telah melakukan penanganan berskala nasional. “Substansinya sudah nasional. Lebih dari 50 ribu personel dikerahkan,” katanya.
Pemerintah juga telah mengalokasikan anggaran hingga Rp60 triliun untuk pembangunan rumah sementara, hunian tetap, dan pemulihan fasilitas umum. Bantuan dana tunai juga langsung disalurkan ke kepala daerah terdampak.
Lebih dari 100 armada laut dan udara serta seribu alat berat dari Kementerian PUPR dikerahkan. Puluhan jembatan dan jalan yang sempat terputus kini mulai dipulihkan. Petugas PLN bahkan mengangkut peralatan ke daerah pegunungan dalam kondisi hujan tanpa sorotan media.
Teddy mengakui masih ada wilayah yang membutuhkan perhatian lebih. Ia mengajak semua pihak untuk saling mendukung dan menyampaikan kebutuhan langsung ke petugas di lapangan.
“Gunakan pengaruh dan suara dengan bijak. Jangan menggiring opini seolah pemerintah tidak bekerja. Yang dibutuhkan saat ini adalah kerja sama dan energi positif,” ujarnya.
Teddy menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa seluruh kebutuhan korban bencana di Sumatera ditanggung penuh oleh pemerintah pusat. “Jakarta sudah hadir sejak jam pertama. Kekuatan nasional dikerahkan tanpa henti. Istana mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk kembali bahu-membahu membantu Sumatera,” pungkasnya. (***)







