Pokdarwis LuBaRiTa Dapat Dukungan Bank Nagari, Lubuk Kilangan Berbenah Menuju Ikon Wisata Baru Kota Padang

oleh -14 Dilihat
oleh

PADANG,KLIKSIAR — Semangat mengembangkan potensi pariwisata berbasis masyarakat di kawasan Lubuk Sariak, Baringin dan Tarantang (LuBaRiTa), Kecamatan Lubuk Kilangan, terus bergerak. Dukungan berbagai pihak menjadi energi baru bagi pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) LuBaRiTa dalam mewujudkan perencanaan besar pengembangan kawasan wisata alam di bagian timur Kota Padang.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah stakeholder, lurah, LPM, tokoh masyarakat serta unsur terkait lainnya yang menunjukkan komitmen bersama untuk mendorong LuBaRiTa menjadi kawasan wisata yang dikelola secara terpadu dan berbasis masyarakat.

Ketua Pokdarwis LuBaRiTa, Ruslim, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, khususnya Bank Nagari yang ikut memberikan support terhadap gerakan Pokdarwis LuBaRiTa.

“Atas nama pengurus Pokdarwis LuBaRiTa, kami menyampaikan terima kasih kepada Bank Nagari dan seluruh stakeholder yang telah memberikan dukungan. Support ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus bergerak dan membangun kawasan wisata LuBaRiTa,” ujar Ruslim.

Menurut Ruslim, pengembangan LuBaRiTa sejalan dengan semangat program Padang Rancak yang mendorong pembenahan dan pengembangan berbagai potensi kota. Karena itu, Lubuk Kilangan memiliki peluang untuk mengambil bagian dalam pengembangan wisata Kota Padang, khususnya melalui kekuatan alam dan potensi masyarakat di kawasan timur kota.

“Lubuk Kilangan berbenah untuk wisata. Kita ingin bagian timur Kota Padang memiliki destinasi wisata yang membanggakan, dengan LuBaRiTa sebagai salah satu kawasan yang memiliki landscape alam yang sangat mempesona,” katanya.

Pokdarwis LuBaRiTa sendiri merupakan kolaborasi tiga kawasan, yakni Lubuk Sariak, Baringin dan Tarantang. Pemko Padang telah meluncurkan Pokdarwis LuBaRiTa pada 29 Agustus 2026. Dalam pengembangannya, kawasan ini memiliki potensi wisata yang beragam, mulai dari arung jeram di Lubuk Sariak, panjat tebing di Baringin, hingga ekowisata berbasis pertanian di Baringin dan Tarantang.

Konsep tersebut menjadi bagian dari planning besar Pokdarwis LuBaRiTa yang sebelumnya telah diperkenalkan kepada berbagai pihak. Bahkan, Pokdarwis telah memaparkan rencana pengembangan kawasan untuk periode 2026–2031 yang mengintegrasikan konservasi lingkungan, olahraga, edukasi, budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ruslim menegaskan, cita-cita menjadikan LuBaRiTa sebagai ikon wisata baru Kota Padang tidak mungkin diwujudkan oleh Pokdarwis seorang diri.

Dibutuhkan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, LPM, kelurahan, tokoh masyarakat, komunitas, pemuda dan seluruh masyarakat agar potensi tersebut dapat dikembangkan secara terarah tanpa menghilangkan karakter alami kawasan.

“Kalau semua pihak bergerak bersama, insyaallah planning besar ini bisa kita wujudkan secara bertahap. Kita ingin LuBaRiTa bukan hanya menjadi tempat wisata, tetapi menjadi ruang pemberdayaan masyarakat, membuka peluang ekonomi dan sekaligus menjaga alam,” tutur Ruslim.

Semangat tersebut juga sejalan dengan arahan Wali Kota Padang Fadly Amran saat meluncurkan Pokdarwis LuBaRiTa. Wali Kota mendorong pengembangan wisata alam dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor dengan tetap mempertahankan kondisi sungai dan lingkungan secara alami.

Dengan dukungan berbagai pihak, LuBaRiTa diharapkan menjadi salah satu wajah baru pariwisata Kota Padang dari kawasan timur, sekaligus membuktikan bahwa potensi alam dan kekuatan masyarakat Lubuk Kilangan dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“LuBaRiTa — Lubuk Sariak, Baringin, Tarantang. Alamnya mempesona, masyarakatnya bergerak, wisatanya dibangun bersama. Lubuk Kilangan Berbenah, Padang Rancak, Wisata Timur Kota Padang.” (Jf)