PT Semen Padang Salurkan 1.000 Bibit Mangrove untuk Penanaman di Pantai Manjuto

oleh -11 Dilihat
oleh

PESISIR SELATAN, KLIKSIAR — Sebanyak 1.000 bibit mangrove ditanam di kawasan Pantai Manjuto, Nagari Sungai Pinang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Minggu (20/9/2026). Penanaman tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-81 TNI yang digelar Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) II Padang.

Dalam kegiatan tersebut, PT Semen Padang menyerahkan bantuan 1.000 bibit mangrove untuk mendukung penanaman di kawasan pesisir Pantai Manjuto. Bibit mangrove diserahkan langsung Kepala Unit CSR PT Semen Padang Hernes kepada Komandan Kodaeral II Padang Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung.

Penanaman mangrove tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap keberlanjutan ekosistem pesisir. Kawasan mangrove memiliki peran penting dalam menjaga garis pantai, menjadi habitat berbagai biota, sekaligus membantu menjaga keseimbangan lingkungan di wilayah pesisir.

Komandan Kodaeral II Padang Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung mengatakan, kegiatan penanaman mangrove merupakan bagian dari upaya bersama dalam mendukung pelestarian lingkungan, khususnya ekosistem pesisir.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang yang telah mendukung kegiatan ini,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan mangrove memiliki arti penting bagi kawasan pesisir sehingga upaya penanaman dan pemeliharaannya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, kolaborasi antara TNI, pemerintah, dunia usaha, instansi terkait, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan pesisir secara berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan di Pantai Manjuto tersebut juga diisi dengan bakti sosial berupa pembagian paket sembako kepada masyarakat serta pelayanan kesehatan. Kehadiran kegiatan sosial dan kesehatan ini memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

Sejumlah unsur pemerintah dan instansi turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, DPRD Provinsi Sumatera Barat, TNI, Polri, Kejaksaan, BNN Sumatera Barat, Pelindo, BPDAS, KSOP Teluk Bayur, tokoh masyarakat, serta sejumlah instansi dan undangan lainnya.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino mengatakan, dukungan terhadap kegiatan penanaman mangrove tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan, terutama pada aspek lingkungan dan kepedulian terhadap masyarakat.

“Melalui dukungan ini, kami berharap kegiatan penanaman mangrove dapat memberikan manfaat bagi lingkungan pesisir dan masyarakat di sekitarnya,” katanya.

Win menyebutkan, kegiatan lingkungan seperti penanaman mangrove membutuhkan keberlanjutan, bukan hanya pada tahap penanaman bibit, tetapi juga pada pemeliharaan dan kepedulian bersama terhadap kawasan yang telah ditanami.

Karena itu, keterlibatan berbagai pihak dinilai menjadi bagian penting dalam memastikan upaya pelestarian lingkungan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, BUMN, instansi terkait, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir. Kepedulian terhadap ekosistem mangrove perlu terus dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Win.

Bagi masyarakat pesisir, keberadaan mangrove tidak terlepas dari kehidupan dan aktivitas ekonomi yang berlangsung di kawasan pantai. Ekosistem tersebut menjadi salah satu bagian dari lingkungan yang perlu dijaga agar kawasan pesisir tetap memiliki daya dukung bagi masyarakat maupun keanekaragaman hayati.

Penanaman 1.000 bibit mangrove di Pantai Manjuto pun diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Perawatan dan pengawasan terhadap bibit yang telah ditanam menjadi tahapan berikutnya agar tanaman dapat tumbuh dan berkembang menjadi bagian dari ekosistem pesisir.

Melalui kegiatan yang melibatkan berbagai unsur tersebut, peringatan HUT ke-81 TNI di Pantai Manjuto tidak hanya menjadi momentum memperkuat kebersamaan antar lembaga, tetapi juga menghadirkan kegiatan yang menyentuh aspek lingkungan dan kebutuhan masyarakat secara langsung. (L)