KUDUS,KLIKSIAR— Arena Djarum Kudus memanas! Kontingen pencak silat Sumatera Barat tampil garang di babak semifinal PON Beladiri II 2025, Senin (20/10). Dari lima pendekar yang turun gelanggang, tiga sukses melaju ke final dan membuka peluang emas untuk Ranah Minang!
Muhammad Farid tampil trengginas di Kelas A Putra, menaklukkan wakil DIY dengan skor telak 34–20. Fadlan Rusli di Kelas E Putra juga tak kalah beringas, mengandaskan Fahmi Fadli dari DKI Jakarta 29–23. Sementara Paula Listi di Kelas C Putri tampil superior, menghajar pesilat Maluku dengan skor mutlak 40–10. Tiga nama, tiga harapan emas!
Dua pesilat lainnya, Rheydho Shabilillah (Kelas D Putra) dan Zahra Fadli (Kelas D Putri), harus puas dengan medali perunggu. Rheydho kalah tipis 26–30 dari wakil Lampung, sementara Zahra harus mengakui keunggulan pesilat Jambi, Ayu Puspita Dewi, dengan skor 34–46.
Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, yang turun langsung memberi semangat di arena, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. “Tiga finalis ini bukti bahwa silat Sumbar masih punya taji. Kami harap mereka tampil maksimal dan bawa pulang emas untuk Sumatera Barat,” ujarnya.
Pimpinan Kontingen Nurul Ikhsan juga tak kalah optimis. “Mental mereka sudah siap. Fisik dijaga, fokus ditingkatkan. Insya Allah, kita pulang dengan kepala tegak dan medali emas di tangan,” tegasnya.
Dengan dua perunggu sudah di kantong dan tiga emas di depan mata, pencak silat Sumbar benar-benar jadi ancaman serius di PON Beladiri 2025. Kudus jadi saksi, Ranah Minang tak datang untuk sekadar bertanding mereka datang untuk menang! (***)







