Rumah Baru di Sebelah Masjid, Asa Baru dari Tamiang

oleh -117 Dilihat
oleh

ACEH TAMIANG — Haru dan syukur menyelimuti hati Rizki, salah seorang penyintas banjir bandang di Aceh Tamiang. Usai menunaikan salat Jumat (2/1), ia mengirim pesan singkat kepada kerabatnya.

“Rumah baru kami di sebelah masjid, Masya Allah,” tulisnya lewat WhatsApp.

Rumah yang dimaksud Rizki adalah hunian sementara (huntara) yang dibangun di samping Masjid Darusallam, Aceh Tamiang. Lokasinya strategis, tepat di pinggir jalan lintas Aceh Tamiang–Langsa. Masjid itu sendiri menjadi simbol kuat bahwa Aceh adalah Serambi Mekkah, julukan yang telah melekat sejak masa Hindia Belanda, ketika Aceh menjadi pelabuhan terakhir sebelum jamaah haji berlayar ke Jeddah.

Huntara yang dibangun oleh Danantara ini menjadi harapan baru bagi warga yang rumahnya luluh lantak diterjang banjir bandang 37 hari lalu. Kayu dan lumpur menghantam permukiman, menyapu bersih rumah-rumah warga. Banyak yang kehilangan tempat tinggal, bahkan tak sedikit yang rumahnya hanyut tanpa sisa.

Namun, harapan itu kembali tumbuh. Dalam waktu delapan hari, sebanyak 600 unit huntara berhasil dibangun oleh Danantara. Presiden RI Prabowo Subianto yang meninjau langsung lokasi pada awal Januari, menyampaikan apresiasinya atas kerja cepat dan tanggap tersebut.

“600 rumah dalam delapan hari, ini bukti bahwa Danantara serius dan selalu hadir untuk rakyat Indonesia,” ujar Presiden Prabowo di hadapan CEO Danantara Rosan dan COO Dony Oskaria.

Presiden juga memberikan penghargaan kepada para direktur BUMN Karya yang bekerja tanpa lelah membangun hunian layak bagi para korban. Ia menyebut, kerja keras mereka adalah bentuk nyata gotong royong bangsa.

Rizki, yang kini menempati salah satu huntara, mengungkapkan rasa syukurnya.

“Bismillah… kami tidak sendiri. Banyak saudara dari berbagai daerah datang membantu. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo dan semua pihak yang telah peduli,” katanya.

Huntara yang dibangun bukan sekadar tempat berteduh. Rumah-rumah itu kokoh, bersih, dan nyaman. Dilengkapi dua dipan dan kasur, fasilitas dasar, bahkan jaringan internet. Untuk anak-anak, tersedia taman bermain agar mereka tetap bisa ceria di tengah masa pemulihan.

Kini, dari Tamiang, asa baru tumbuh. Di samping masjid, kehidupan kembali dimulai. Semangat gotong royong dan kepedulian menjadi cahaya di tengah duka. (*)