Padang,Kliksiar—Langkah besar tengah disiapkan di Masjid Jami’atul Huda Katapiang, Kecamatan Kuranji. Sebuah Rumah Tahfidz dirancang berdiri di sisi barat masjid, membawa harapan baru bagi pendidikan Al-Qur’an di kawasan ini.
Pengurus masjid bergerak cepat. Proposal disusun, jalur komunikasi dengan berbagai pihak dibuka. Tak hanya mengandalkan donatur, dukungan dari anggota DPRD hingga DPR RI juga mulai diupayakan. Lurah Pasa Ambacang, Yudi Asril, memastikan lahan sudah tersedia. “Luasnya kurang lebih 300 meter persegi, cukup untuk 200 hingga 300 santri,” ujarnya.
Semangat itu tak berhenti di atas kertas. Dukungan pemilik tanah dan tekad pengurus masjid mempercepat langkah. “Kami yakin, dengan kebersamaan ini, pembangunan bisa segera terlaksana,” kata Johandris, Ketua Pengurus Masjid Jami’atul Huda. Saat ini, TPQ di masjid menampung kurang dari seratus santri. Namun, dengan hadirnya Rumah Tahfidz, kegiatan keagamaan diperkirakan akan lebih hidup.
Masjid ini juga bukan sekadar tempat ibadah. Lewat program Smart Surau dari Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Maigus Nasir, koneksi internet telah terpasang. Semangat digital bertemu dengan semangat dakwah.
Kini, harapan itu makin nyata. Di Masjid Jami’atul Huda, doa tak sekadar dilangitkania diterjemahkan menjadi aksi nyata.
(***)










