Sepak Rago Bangkit Lagi: 35 Tim Berebut Piala Evi Yandri di Padang

oleh -841 Dilihat
oleh

Padang, kliksiar– Tradisi yang nyaris surut itu kembali bergema di Balai Gadang, Sungai Bangek, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Festival Sepak Rago Evi Yandri Rajo Budiman Cup IV berlangsung 11 hingga 13 Juli 2025, membuka ruang bagi 35 tim dari Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman untuk mengekspresikan warisan budaya Minangkabau lewat permainan udara yang lentur dan penuh rasa.

Dibuka Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasco Ruseimy, Jumat malam (11/7/2025), festival ini tak sekadar ajang kompetisi. Ia adalah pernyataan kultural: bahwa Sepak Rago belum mati. Bahkan di tengah gempuran olahraga modern, tradisi yang dulu dijadikan pengalih perhatian saat silat dilarang oleh penjajah, masih berdenyut di tanah asalnya.

Evi Yandri Rajo Budiman, Wakil Ketua DPRD Sumbar sekaligus inisiator festival, menyebutkan bahwa Sepak Rago lebih dari sekadar permainan. Tak seperti sepak takraw yang bersifat kompetitif dan saling mengalahkan, Sepak Rago mengajarkan filosofi saling mempersembahkan yang terbaik. “Tak ada saling menjatuhkan, tak ada dendam. Justru yang ada adalah kekompakan dan semangat memperpanjang ritme bola di udara,” kata Evi.

Di masa penjajahan, permainan ini menjadi taktik kebudayaan untuk tetap melatih ketangkasan tanpa memicu larangan dari pemerintah kolonial. “Ini bagian dari semangat perlawanan yang terselubung,” ujar Evi.

Menurutnya, dari 19 kabupaten/kota di Sumbar, hanya Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman yang masih menjaga tradisi tersebut. Di Padang, Sepak Rago bertahan di kecamatan Koto Tangah, Kuranji, dan Nanggalo. Sementara di Padang Pariaman, hanya tersisa di sebagian wilayah.

Festival ini menjadi pengingat bahwa warisan budaya bukan sekadar cerita masa lalu, tapi nilai hidup yang bisa terus dikembangkan dalam suasana kekinian. Bola memang hanya satu, tapi setiap pantulannya membawa cerita yang menghidupkan kembali semangat para pejuang. (***)