Setetes Darah, Sejuta Harapan: Semen Padang Buktikan Gotong Royong Bukan Sekadar Slogan

oleh -850 Dilihat
oleh

PADANG,KLIKSIAR— Di tengah gegap gempita perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia, PT Semen Padang memilih jalur sunyi namun bermakna: donor darah. Bukan pesta, bukan panggung hiburan. Tapi 368 kantong darah yang dikumpulkan di Gedung Serba Guna perusahaan, Rabu (27/8), menjadi bukti bahwa gotong royong bukan sekadar jargon di spanduk.

Kegiatan yang digagas Serikat Pekerja Semen Padang (SPSP) ini mengusung tema “Donor Darah untuk Kesehatan Bersama” sebuah ajakan sederhana namun sarat makna. Di balik angka 368, tersimpan cerita tentang solidaritas, kepedulian, dan komitmen sosial yang tak lekang oleh waktu.

Win Bernadino, Kepala Departemen Komunikasi dan Hukum Perusahaan, tak berbicara dengan retorika kosong. “Donor darah bukan hanya rutinitas. Ini adalah tradisi kebaikan yang kami rawat bersama SPSP,” ujarnya. Ia menyebut partisipasi karyawan, keluarga besar Semen Padang Group, hingga masyarakat sekitar sebagai cerminan semangat gotong royong yang masih hidup di tengah industri.

“Setetes darah yang diberikan dengan tulus adalah harapan baru bagi mereka yang berjuang di rumah sakit,” tambahnya, tanpa perlu menyebut angka CSR atau grafik pencapaian.

Ketua Umum SPSP, Faisal Arif, tak menyembunyikan rasa bangganya. Target 300 kantong darah terlampaui. “Alhamdulillah, ini bukan sekadar angka. Ini adalah bukti bahwa kepedulian masih menjadi denyut nadi perusahaan,” katanya.

Faisal menyebut kegiatan ini digelar enam kali dalam setahun, dengan target 2.000 kantong darah. Bukan sekadar program, tapi sudah menjadi budaya. Tradisi. Warisan nilai yang tak bisa dibeli dengan anggaran promosi.

PMI Kota Padang pun angkat topi. dr. Dian Afmareta dari UDD PMI menyebut kontribusi Semen Padang sebagai penopang penting dalam pemenuhan kebutuhan darah yang mencapai 200 kantong per hari. “Konsistensi mereka bukan hanya membantu, tapi menyelamatkan,” ujarnya lugas.

Di antara ratusan pendonor, ada Furqan Firman Makarim. Sudah 13 kali ia mendonorkan darahnya. “Ini bukan soal kesehatan pribadi. Ini soal kemanusiaan,” katanya. Kalimat sederhana, tapi menggugah.

Melalui kegiatan ini, PT Semen Padang kembali menegaskan bahwa tanggung jawab sosial bukan sekadar kewajiban korporasi. Sebagai bagian dari SIG, mereka tak hanya membangun infrastruktur, tapi juga membangun harapan.

Donor darah ini bukan hanya soal kantong darah. Ini soal nilai. Soal keberpihakan. Soal keberanian untuk memilih jalan sunyi di tengah hingar bingar perayaan. Dan Semen Padang, hari itu, memilih menjadi lilin kecil yang menerangi gelapnya ruang rumah sakit.