Sianok Maninjau Perluas Jejaring, Geopark Sumbar Bidik Status Global UNESCO

oleh -458 Dilihat
oleh

KEBUMEN, KLIKSIAR— Konferensi Internasional Geopark yang digelar di Kebumen, Jawa Tengah, pada 9–12 Juli 2025 menjadi panggung diplomasi geowisata. General Manager Geopark Nasional Sianok Maninjau, Zuhrizul, hadir sebagai salah satu peserta dari jaringan UNESCO Global Geopark (UGGp), bersama delegasi dari dalam dan luar negeri.

Dalam forum tersebut, Geopark Sianok Maninjau menjalin kerja sama strategis dengan sejumlah UGGp di Indonesia, seperti Geopark Sewu, Toba, Meratus Kalimantan Selatan, dan Kebumen sebagai tuan rumah. Tujuannya jelas: memperluas jejaring menuju pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark dan memperkuat kapasitas pengelolaan kawasan berbasis konservasi, edukasi, dan ekonomi berkelanjutan.

“Sumatera Barat memiliki kekayaan geologi, biodiversitas, dan budaya yang masih terjaga. Ini modal besar untuk masuk ke pasar wisata tematik global yang berdampak langsung pada ekonomi daerah,” ujar Zuhrizul dalam sesi diskusi. Ia juga menyebut bahwa pengembangan geopark sejalan dengan visi-misi Gubernur Mahyeldi–Vasko untuk periode 2025–2029.

Geopark, menurut definisi UNESCO, bukan sekadar kawasan alam indah. Ia adalah warisan geologi dunia yang dikelola dengan pendekatan konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat. Di sinilah letak daya tariknya: wisata berbasis nilai, bukan eksploitasi.

Deputi Bappenas, Togu Santoso Pardede, yang turut hadir dalam konferensi, menegaskan bahwa geopark adalah instrumen pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan konservasi alam, pelestarian budaya, dan pengembangan ekonomi lokal. “Sekarang mendapatkan nilai ekonomi bukan dengan eksploitasi. Semakin besar nilai ekonominya, semakin dijaga. Konservasi menjadi kunci,” tegas Togu⁽¹⁾.

Ia menambahkan, pembangunan geopark harus melibatkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, akademisi, serta komunitas lokal. “Geopark adalah medium untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) melalui geowisata yang berkualitas dan inklusif,” ujarnya.

Dengan partisipasi aktif dalam konferensi internasional dan perluasan jejaring antar-UGGp, Geopark Sianok Maninjau kini berada di jalur strategis menuju pengakuan global. Sumatera Barat tak hanya menjual lanskap, tapi juga narasi geologi dan budaya yang berakar kuat. (***)