PADANG,KLIKSIAR— Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Nanda Satria, menginisiasi ASEAN Youth Creative Meeting (AYCM) 2025 yang digelar di Sumbar. Forum ini menjadi langkah strategis untuk menjadikan Ranah Minang sebagai pusat diplomasi pemuda ASEAN.
Mengangkat tema Creative Synergy for a Resilient ASEAN: Designing Purposeful Future, AYCM diharapkan menjadi wadah kolaborasi generasi muda lintas negara. “Sumbar punya sejarah panjang dalam diplomasi. Banyak diplomat nasional berasal dari sini. Ini harus kita jaga,” ujar Nanda, Jumat (21/11).
Ia menyebut, Sumbar memiliki keunggulan geografis dan historis yang mendukung peran strategis dalam hubungan kawasan. “Kita hanya satu jam dari Kuala Lumpur, pusat ASEAN. Sudah saatnya daerah ikut aktif dalam diplomasi, tak hanya pemerintah pusat,” katanya.
AYCM tercatat sebagai forum resmi pertama yang mempertemukan pemuda dari sebelas negara ASEAN, termasuk Timor Leste. Sebanyak 60 delegasi hadir, kecuali Brunei yang masih menunggu konfirmasi.
Seluruh peserta merupakan utusan resmi dari Youth Council atau organisasi kepemudaan masing-masing negara. “Ini memperkuat kredibilitas forum. Kita ingin hubungan antarorganisasi pemuda ASEAN makin erat,” kata Nanda.
Agenda utama AYCM meliputi Seminar Internasional dan Focus Group Discussion (FGD). Seminar dihadiri Menpora, Wakil Komisi VII DPR RI, Dubes RI untuk ASEAN, dan Dubes Filipina untuk ASEAN.
FGD membahas isu ketenagakerjaan, relasi kawasan, dan potensi kolaborasi baru. Nanda menekankan pentingnya kesiapan pemuda menghadapi bonus demografi. “Pola pikir global harus dimiliki, meski bekerja di lingkungan lokal,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan berlangsung di Padang, Padang Panjang, dan Bukittinggi. Delegasi mengikuti Gala Dinner, Cultural Night, Heritage Trip, hingga ASEAN Night. OKP Sumbar turut dilibatkan sebagai bentuk pemberdayaan daerah.
“Saya harap, forum ini menghasilkan rekomendasi dan jalur komunikasi yang bisa dibawa ke pertemuan tingkat pemerintahan ASEAN,” tutup Nanda. (***)







