Tiga Entitas InJourney Tingkatkan Kapasitas Pelaku Pariwisata di Labuan Bajo

oleh -18 Dilihat
oleh

LABUAN BAJO,KLIKSIAR – Tiga entitas di bawah InJourney Group, yakni PT Integrasi Aviasi Solusi (IAS), PT Hotel Indonesia Natour (HIN) atau InJourney Hospitality, dan PT Sarinah (Persero) atau InJourney Retail, kembali berkolaborasi menggelar program peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) sektor pariwisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan yang berlangsung pada 10–12 Juni 2026 tersebut merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) InJourney Group yang telah berjalan sejak 2024.

Program bertajuk InJourney Hospitality House (IHH) itu menjadi wujud sinergi antaranggota InJourney Group untuk meningkatkan kompetensi pelaku usaha dan insan pariwisata di Labuan Bajo, yang merupakan salah satu destinasi prioritas dan super prioritas pariwisata nasional.

Pelatihan difokuskan pada penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui peningkatan kompetensi di bidang hospitality, komunikasi pelayanan, serta pengelolaan destinasi wisata yang berkelanjutan.

Direktur Utama PT Integrasi Aviasi Solusi (IAS), Budi Setyawan Wijaya, mengatakan pihaknya mendukung penuh pelaksanaan program IHH yang kini memasuki tahun ketiga.

“Kami berharap program IHH terus berlanjut dan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pelayanan sektor pariwisata, khususnya di Labuan Bajo yang telah ditetapkan sebagai salah satu Super Destinasi Wisata Indonesia,” ujarnya.

Menurut Budi, pengembangan pariwisata harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mengedepankan kearifan lokal.

Karena itu, kata dia, pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi pelaku pariwisata harus dimanfaatkan secara optimal agar pembangunan sektor wisata tetap ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Sementara itu, Direktur Human Capital InJourney Airport, Adi Nugroho, menilai kolaborasi antaranggota InJourney melalui program IHH dapat mendorong tumbuhnya budaya pelayanan yang lebih baik di tengah masyarakat.

“Dengan budaya pelayanan yang semakin baik, masyarakat akan menjadi pelaku utama dalam pengembangan pariwisata di daerahnya sendiri,” katanya.

Di tempat yang sama, Direktur Utama PT Sarinah (Persero), Raisha Syarfuan, menegaskan bahwa penguatan kapasitas masyarakat lokal merupakan fondasi penting dalam membangun destinasi wisata yang berdaya saing dan berkelanjutan.

“Budaya dan masyarakat lokal merupakan aset utama dalam membangun daya saing destinasi wisata Indonesia. Melalui kolaborasi ini, kami berharap pelaku pariwisata di Labuan Bajo semakin siap menghadirkan pengalaman yang berakar pada kekayaan budaya lokal sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi kreatif,” ujarnya.

Sementara Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (HIN), Christine Hutabarat, mengatakan keberlanjutan harus menjadi prinsip utama dalam pembangunan pariwisata.

“Keberlanjutan tidak hanya terkait kelestarian lingkungan, tetapi juga memastikan manfaat ekonomi, sosial, dan budaya dapat dirasakan secara adil oleh masyarakat lokal dari generasi ke generasi,” katanya.

Menurut Christine, InJourney Hospitality ingin membangun ekosistem pembelajaran yang mampu mendorong perubahan perilaku, peningkatan kapasitas, dan tumbuhnya kepemimpinan lokal di sektor pariwisata.

Program IHH 2026 juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, praktisi pariwisata, komunitas ekonomi kreatif, pengelola homestay, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), hingga lembaga pendamping di Manggarai Barat dan wilayah Nusa Tenggara Timur lainnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi, di antaranya pemetaan kebutuhan dan potensi wilayah, pelatihan hospitality dan service excellence, workshop komunikasi pelayanan dan customer experience, serta pendampingan implementasi di lapangan.

Selain itu, peserta juga dibekali materi monitoring dan evaluasi program serta pengembangan local champion sebagai agen perubahan di komunitas.

Program ini merupakan bagian dari komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG) InJourney Group yang secara konsisten diwujudkan melalui berbagai inisiatif sosial dan lingkungan guna menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan. (*)