PADANG, KLIKSIAR— Universitas Islam Sumatera Barat (UISB) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan. Rabu (17/12), puluhan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa UISB turun langsung ke SMA Negeri 9 Padang untuk membersihkan lumpur pasca bencana yang melanda Kota Padang beberapa waktu lalu.
Lumpur tebal yang menggenangi ruang kelas dan lorong sekolah membuat proses belajar mengajar lumpuh total. Aktivitas pendidikan terhenti, sementara para siswa dan guru diliputi kekhawatiran. Menyadari hal itu, UISB bergerak cepat membantu pemulihan agar sekolah bisa kembali digunakan.
Kegiatan gotong royong ini menyasar ruang-ruang kelas, meja, kursi, hingga fasilitas pendukung lainnya. Lumpur yang menutupi lantai dikeruk dan dibersihkan secara manual. Para relawan bekerja tanpa ragu, demi satu tujuan: agar siswa bisa kembali belajar dengan aman dan nyaman.
Rektor UISB menyebutkan, kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial kampus terhadap masyarakat, khususnya dunia pendidikan. “Ketika ruang belajar anak-anak terdampak bencana, kampus tidak boleh tinggal diam. Pendidikan harus terus berjalan,” ujarnya.
Kepala SMA Negeri 9 Padang menyampaikan apresiasi atas kehadiran UISB. Menurutnya, bantuan tenaga sangat membantu percepatan pemulihan sekolah. “Lumpur cukup tebal dan sulit dibersihkan sendiri. Kehadiran UISB sangat berarti bagi kami,” katanya.
Bagi mahasiswa UISB, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga. Mereka menyadari bahwa pendidikan bisa sangat rentan saat bencana datang. “Kalau ruang kelas bersih, semoga semangat belajar siswa juga tumbuh kembali,” ujar salah seorang mahasiswa relawan.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UISB menambahkan, pengabdian kepada masyarakat tidak harus berupa program besar. “Kehadiran langsung dan kerja nyata di lapangan sering kali justru memberikan dampak paling nyata,” katanya.
UISB berharap aksi ini dapat menginspirasi institusi pendidikan lain untuk turut serta dalam pemulihan pasca bencana. Gotong royong dan solidaritas menjadi kunci agar sekolah-sekolah terdampak bisa bangkit lebih cepat.
UISB menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat. Karena bagi UISB, pendidikan bukan hanya soal akademik, tapi juga tentang kemanusiaan dan keberanian untuk hadir saat dibutuhkan.
(***)







