Wakil Ketua DPRD Sumbar Dukung Padang Jadi Kota Gastronomi Dunia

oleh -229 Dilihat
oleh

PADANG,KLIKSIAR – Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Nanda Satria, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Kota Padang untuk masuk dalam jejaring UNESCO Creative Cities Network (UCCN) kategori City of Gastronomy tahun 2027. Menurutnya, perjuangan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum strategis mengangkat marwah budaya Minangkabau melalui kekuatan kuliner.

 

“Ini bukan hanya tentang Kota Padang, tetapi tentang bagaimana Sumatera Barat memperlihatkan identitas dan kekuatan budayanya kepada dunia internasional. Kuliner Minangkabau memiliki sejarah panjang, filosofi, nilai sosial, hingga kekuatan ekonomi yang besar,” ujar Nanda, Senin (11/5).

 

Ia menegaskan, pengakuan UNESCO akan memperkuat posisi Sumatera Barat sebagai destinasi unggulan wisata budaya dan gastronomi nasional. Dampaknya diyakini akan menggerakkan ekonomi masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, industri kreatif, petani, hingga sektor jasa pendukung lainnya. Tradisi seperti makan bajamba disebut sebagai kekuatan khas yang tidak dimiliki banyak daerah lain.

Sinergi Lintas Sektor

Nanda menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pusat, akademisi, komunitas kreatif, pelaku usaha, hingga masyarakat dalam mengawal seluruh tahapan seleksi UCCN yang dikenal ketat.

“Ketika Padang berhasil masuk jaringan kota kreatif dunia UNESCO, dampaknya akan menjadi kebanggaan sekaligus peluang ekonomi luas bagi Sumatera Barat,” katanya.

 

Dukungan Pemerintah Pusat

Keseriusan Pemko Padang mendapat sambutan positif dari Kementerian Ekonomi Kreatif. Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menegaskan komitmen mendampingi daerah dalam menyiapkan dokumen sesuai standar internasional UNESCO. “Kita ingin memastikan kekayaan gastronomi Minangkabau tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga memenuhi standar global,” ujarnya.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut. Ia menekankan bahwa kekayaan kuliner Padang bukan hanya soal hidangan ikonik seperti rendang, sate padang, atau gulai, tetapi juga tradisi sosial seperti makan bajamba dan akulturasi budaya urang awak.

Langkah Akselerasi

Audiensi strategis ini merupakan tindak lanjut dari adendum PMK3I Februari 2026 yang memindahkan fokus pengembangan ekonomi kreatif Kota Padang dari subsektor seni pertunjukan ke subsektor kuliner. Delegasi Pemko Padang turut didampingi unsur legislatif, termasuk Nanda Satria, Doni Harsiva Yandra, dan Argi Putra Finalo.

Jika berhasil, Padang akan menyusul kota-kota kreatif Indonesia lainnya yang telah diakui UNESCO, seperti Bandung (kota desain), Ambon (kota musik), Jakarta (kota literasi), serta Malang (kota seni media). (Adv)