PADANG,KLIKSIAR-– Untuk memenuhi hak pendidikan warga negara, Yayasan Pendidikan Gempita Sumatera Barat menjalin kerja sama dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Padang. Program ini merupakan bagian dari aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan pendidikan kesetaraan bagi narapidana.
Acara penandatanganan berlangsung di aula Lapas Kelas II A Padang, Jumat (6/2). Kepala Lapas, Junaidi Rison, menyatakan antusiasmenya mendukung program pendidikan kesetaraan mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA bagi warga binaan.
Ketua Yayasan Gempita, Nurkhalis, berharap seluruh narapidana mau mengikuti program ini. Ia menegaskan pendidikan yang diberikan tidak memandang usia, yang terpenting ada kemauan untuk sekolah. “Kami ingin warga binaan memiliki bekal pendidikan dan ijazah resmi dari Kementerian Pendidikan, sehingga setelah bebas mereka punya harapan kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Selain pendidikan formal, Nurkhalis menyebut keterampilan juga akan diberikan secara bertahap dalam proses pembelajaran. Ia menambahkan, bagi warga binaan yang berminat di bidang pertanian dan peternakan, Yayasan Gempita siap mendampingi program tersebut. Nurkhalis yang juga Koordinator Gerakan Pemuda Tani Indonesia wilayah Sumbar menegaskan dukungan itu berada di bawah binaan Kementerian Pertanian.
Kerja sama ini disepakati langsung oleh Kepala Lapas Junaidi Rison bersama pejabat struktural Lapas Kelas II A Padang dan Ketua Yayasan Gempita Sumbar, Nurkhalis. (***)







