Yusli Latif dan “Kesan Manis” untuk Remaja Kota Padang

oleh -114 Dilihat
oleh

PADANG,KLIKSIAR – Di tengah arus zaman yang kian deras membawa nilai-nilai asing, ada sekelompok orang yang memilih melawan arus demi menjaga akarnya. Salah satunya, anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi PKB, Yusli Latif. Bukan dengan orasi atau selebaran politik, tapi lewat satu kata kunci: pembinaan.

Dalam satu pertemuan hangat bersama tiga penyuluh agama Islam dari KUA Lubuk Kilangan Syufriadi Antoni, Zalfitra Baroelak, dan Fatrul Fauzi  Yusli menyimak dengan seksama pemaparan program “Buat Kesan Manis” yang digagas Kementerian Agama Kota Padang. Program ini bukan sekadar slogan. Ia menyasar jantung persoalan sosial hari ini: remaja usia sekolah, keluarga sakinah, dan komunitas masjid yang harus bangkit lagi.

Sebagai alumni Fakultas Syariah IAIN Imam Bonjol, Yusli bicara bukan hanya dengan logika, tapi juga hati. “Konten negatif tumbuh subur. Keluarga mulai kehilangan arah. Inilah saatnya kita hadapi semua itu dengan kerja nyata, bukan wacana,” ujarnya tegas namun penuh kehangatan.

Program yang ia dukung ini tak hanya melindungi remaja dari paparan nilai yang salah, tapi juga merawat keluarga sebagai benteng terakhir peradaban. Dan Yusli tak berhenti di situ. Ia siap mengawal secara politik, memastikan proposal yang disampaikan para penyuluh agama tak hanya berhenti di meja birokrasi.

“Apa gunanya kita duduk di DPRD kalau tak bisa membawa manfaat bagi masa depan anak-anak kita?” katanya sambil menandatangani proposal dukungan anggaran.

Ketika banyak yang hanya sibuk berpolemik, ada yang memilih untuk membangun pondasi. Di Lubuk Kilangan, “kesan manis” itu sudah mulai dirangkai dan Yusli Latif jadi salah satu peraciknya. (***)