Polri Gelar Dialog Publik: Penguatan Kamtibmas Demi Ekonomi Nasional yang Inklusif dan Berkelanjutan

oleh -230 Dilihat
oleh

Jakarta,Kliksiar– Divisi Humas Polri menggelar Dialog Publik bertajuk Semangat Kebangkitan Menuju Ekonomi Nasional yang Inklusif dan Berkelanjutan Melalui Penguatan Kamtibmas yang Kondusif, Selasa (27/5). Acara ini menjadi wadah bagi Polri, akademisi, dan mahasiswa untuk berdiskusi tentang keterkaitan erat antara stabilitas keamanan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, yang menegaskan bahwa keamanan dan ekonomi saling berpengaruh dan tidak bisa dipisahkan.

“Polri menyadari betul bahwa stabilitas keamanan menjadi prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi. Begitu juga sebaliknya, ekonomi yang kuat mendukung situasi keamanan yang lebih kondusif,” ujar Brigjen Trunoyudo. Ia juga menekankan pentingnya membangun komunikasi dengan generasi muda untuk memperkuat semangat kebangsaan dan menciptakan kondisi masyarakat yang aman.

Dialog ini menghadirkan para pakar untuk membahas bagaimana sinergi antara keamanan dan ekonomi dapat mendorong pembangunan nasional.

Erick Armudito, S.T., M.T., Ph.D., menjelaskan bahwa keamanan merupakan pondasi utama dalam pembangunan. Ia menyoroti perlunya keterlibatan aparat serta partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga stabilitas, mengingat tantangan yang dihadapi tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga dari dinamika global.

“Keamanan bukan sekadar tanggung jawab aparat, tetapi juga tugas bersama. Ketika stabilitas terjaga, proses pembangunan dapat berjalan optimal,” ungkapnya.

Dr. Tauhid Ahmad, ekonom yang menjadi pembicara, menekankan bahwa tingginya economic overhead cost masih menjadi tantangan bagi iklim investasi. Ia menyebut bahwa pungutan liar, premanisme, dan ketidakpastian hukum menjadi hambatan serius yang harus dibenahi agar pertumbuhan ekonomi dapat berlangsung lebih sehat.

“Penegakan hukum yang tegas, serta penyediaan alternatif ekonomi yang positif sangat penting agar masyarakat tidak terjerumus dalam praktik ilegal yang berpotensi merugikan ekonomi nasional,” ujarnya.

Lewat diskusi ini, Divhumas Polri berharap dapat memperkuat sinergi antar elemen bangsa dan mendorong semangat kolektif dalam menghadapi tantangan ekonomi dan keamanan di tingkat global.

Polri menegaskan komitmennya untuk terus berperan sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan, yang menjadi pilar utama bagi terwujudnya ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.(***)