Padang,Kliksiar– Transformasi digital merambah sektor perikanan. Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi dalam usaha perikanan laut bukan sekadar tren, tetapi peluang nyata untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Dalam Temu Koordinasi Pengelolaan Usaha Perikanan Laut Berbasis Digital Tingkat Provinsi Sumatera Barat 2025, yang digelar di Auditorium Gubernur Sumatera Barat, Rabu (4/6/2025), Mulyadi menyoroti pentingnya digitalisasi dalam mendukung efektivitas produksi dari hulu hingga hilir.
“Teknologi memberi peluang besar untuk mengembangkan budidaya perikanan di kabupaten dan kota. Namun, keberhasilannya memerlukan kerja sama antara pemerintah, akademisi, sektor wisata, dan para pelaku usaha itu sendiri,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa digitalisasi tidak boleh berhenti sebagai konsep. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar inovasi ini benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat, khususnya nelayan dan pembudidaya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat, Endrizal, menyampaikan bahwa pemerintah provinsi telah mengambil langkah konkret melalui program “Gerak Cepat Sumbar Sejahtera” dan “Gerak Cepat Sumbar Maju”.
“Selain kecepatan, dibutuhkan pula strategi yang tepat agar potensi perikanan lokal dapat berkembang maksimal. Ini akan menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan lokal berbasis potensi daerah,” ungkap Endrizal.
Ia juga menekankan pentingnya komitmen bersama antara pemerintah provinsi dan para pembudidaya. Upaya ini dinilai sebagai langkah nyata dalam mengelola sumber daya alam sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan, sekaligus mendorong pertumbuhan koperasi lokal seperti Koperasi Merah Putih.
Digitalisasi perikanan bukan sekadar modernisasi, tetapi strategi untuk memastikan nelayan dan pembudidaya mendapatkan akses lebih luas ke pasar, meningkatkan efisiensi produksi, dan memperkuat daya saing sektor perikanan Sumatera Barat.
(***)







