Gema Takbir Mengiringi Ribuan Warga Padang Salat Idul Adha di Galanggang APEKSI

oleh -544 Dilihat
oleh

Padang,Kliksiar– Ribuan warga Kota Padang memadati Galanggang APEKSI di kompleks Balai Kota sejak subuh. Mereka datang berbondong-bondong, menggelar sajadah, menyatu dalam kekhidmatan Salat Idul Adha 1446 Hijriah, Jumat (6/6/2025).

Di bawah langit pagi yang cerah, suara takbir menggema, menyelimuti suasana dengan nuansa sakral dan penuh haru.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, dalam sambutannya menegaskan bahwa Idul Adha bukan sekadar ritual tahunan, tetapi juga momentum refleksi tentang kepatuhan dan keikhlasan dalam hidup.

“Peristiwa Nabi Ibrahim dan Ismail bukan hanya tentang pengorbanan, tapi juga tentang ketundukan total kepada Allah SWT. Ibadah qurban mengajarkan kita untuk memberi dengan tulus, bahkan dari apa yang paling kita cintai,” ujar Fadly.

Ia juga mengapresiasi partisipasi warga dalam ibadah qurban tahun ini yang mencapai 8.837 ekor hewan 5 ekor kerbau, 7.736 sapi, dan 1.050 kambing jumlah yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah Kota Padang, melalui para ASN, turut berkontribusi dengan menyalurkan 46 ekor sapi qurban ke masjid dan mushala yang masih minim hewan qurban.

“Qurban bukan sekadar membagi daging, tapi menumbuhkan empati. Inilah nilai penting yang terus kita rawat di Padang,” lanjutnya.

Salat Idul Adha dipimpin oleh Ustadz Irsyad, Lc, MA, sementara Buya Salmadanis, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Padang, menyampaikan khutbah penuh makna.

“Ibrahim diminta menyerahkan yang paling ia cintai: anaknya sendiri. Ini bukan sekadar kisah pengorbanan, melainkan pelajaran tentang keyakinan, keikhlasan, dan keberanian berserah pada kehendak Ilahi,” tutur Buya.

Ia juga mengingatkan bahwa ibadah qurban tidak berhenti pada penyembelihan, tetapi harus diikuti dengan kepedulian sosial: membantu yang lapar, menyapa yang kesepian, dan menguatkan yang lemah.

Jajaran OPD serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang, Edy Oktaviandi, turut hadir dalam salat bersama masyarakat. Tanpa kemewahan, namun penuh makna hadirkan ketenangan dan semangat kebersamaan di jantung kota.

(***)