Padang — kliksiar, Sabtu sore, pelataran parkir Gedung Youth Center Bagindo Aziz Chan berubah wajah. Bukan tempat parkir biasa, tapi panggung kreativitas anak muda. Institut Teknologi Padang (ITP) menggelar _ITP Youthphoria 2025_ —festival musik pelajar se-Sumatera Barat yang tak sekadar soal nada, tapi juga soal sikap.
Tema besar yang diusung: _Zero Tawuran, Zero Balap Liar_. Sebuah pesan keras yang dibungkus lembut lewat dentuman drum dan petikan gitar.
Tujuh grup band pelajar tampil bergantian. Dari Tereasse Entertainment (SMKN 2 Padang) hingga Not a Threat (SMKN 7 Padang), mereka bukan hanya unjuk bakat, tapi juga unjuk arah. Bahwa masa muda bisa diisi dengan karya, bukan keributan.
Rektor ITP, Ade Indra, menyebut ini bagian dari program “ITP Goes to Society”—satu dari tiga agenda besar ITP tahun ini. Dua lainnya: “ITP Goes to School” yang digelar Februari lalu, dan “ITP Goes to Asian” yang mengirim dosen dan mahasiswa ke Kamboja untuk mengajar dan belajar.
“Festival band ini bukan sekadar hiburan. Ini bentuk dukungan kami terhadap gerakan kepolisian, khususnya Dirlantas, untuk menekan tawuran dan balap liar. Musik adalah medium yang bisa menyentuh tanpa menggurui,” ujar Ade.
Ia menambahkan, meski hanya satu festival musik digelar tahun ini, ITP tetap aktif lewat kegiatan mingguan seperti Car Free Day. Tapi Youthphoria adalah puncaknya—di mana semangat muda bertemu panggung terbuka.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yudi Indra Syani, tak ragu menyebut seni pertunjukan sebagai tulang punggung ekonomi kreatif. “Tema Zero Tawuran dan Zero Balap Liar sangat relevan. Musik bisa jadi kanal energi positif anak muda,” katanya.
Dukungan juga datang dari Dinas Pendidikan Sumbar dan Polda Sumbar. Ariswan, Kabid SMK, menyebut festival ini sebagai “alternatif sehat” dari narkoba dan kekerasan. Sementara Kombes Pol Erwin menegaskan, “Pemuda adalah harapan bangsa. Kita harus arahkan mereka ke jalur yang benar.”
ITP Youthphoria 2025 bukan sekadar festival. Ia adalah pernyataan. Bahwa generasi muda bisa bersuara lantang—tanpa harus berteriak di jalanan. (***)







