Keltan Badunsanak Kampung Lapai Panen Perdana Sayur Hidroponik, Camat Nanggalo Bidik Pasok Dapur MBG

oleh -15 Dilihat
oleh

PADANG,KLIKSIAR – Kelompok Tani (Keltan) Badunsanak Kelurahan Kampung Lapai, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, sukses melaksanakan panen perdana sayuran hidroponik, Rabu (17/6), di lahan yang berada di samping rel kereta api Lapai.

Panen perdana tersebut dihadiri Camat Nanggalo David Ferdinan, Lurah Kampung Lapai Ardi, Koordinator sekaligus Pembina Lembaga Kesejahteraan Masyarakat (LKM) Kampung Lapai Sonny Affandi, Ketua Keltan Badunsanak Fonny Kurnia Utama, SE, serta pengurus kelompok tani, TP-PKK, dan para Ketua RW serta RT di Kelurahan Kampung Lapai.

Ketua Keltan Badunsanak Kampung Lapai, Fonny Kurnia Utama mengatakan, kelompok tani tersebut berawal dari diskusi warga yang kemudian mengajukan usulan program kepada LKM Kampung Lapai dan mendapat dukungan penuh.

“Hari ini genap 45 hari sejak penanaman dimulai. Dengan 600 lubang tanam di lahan berukuran 3×16 meter, tanaman sudah memasuki masa panen,” ujar Fonny.

Ia berharap keberhasilan panen perdana ini menjadi awal bagi pengembangan budidaya hidroponik yang lebih luas di Kampung Lapai.

Sementara itu, Koordinator sekaligus Pembina LKM Kampung Lapai, Sonny Affandi, menegaskan pihaknya akan terus mendukung keberlanjutan program tersebut, termasuk memfasilitasi pengembangan dan membantu pendanaan jika diperlukan.

“Kami berharap hidroponik tidak hanya dimiliki Kelompok Tani Badunsanak, tetapi juga dikembangkan di rumah-rumah warga. LKM berkomitmen memanfaatkan lahan tidur dan pekarangan rumah sebagai sarana meningkatkan ekonomi masyarakat,” kata Sonny.

Camat Nanggalo David Ferdinan mengapresiasi keberhasilan Kelompok Tani Badunsanak dalam mengembangkan pertanian modern berbasis hidroponik.

Menurutnya, keberhasilan tersebut diharapkan dapat ditiru oleh masyarakat di lima kelurahan lainnya di Kecamatan Nanggalo sebagai upaya pemberdayaan ekonomi warga.

“Panen perdana ini harus menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam secara hidroponik,” ujarnya.

David juga melihat peluang besar agar hasil pertanian hidroponik warga dapat menjadi pemasok kebutuhan sayur untuk dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ada di Kecamatan Nanggalo.

“Saya berharap kita bisa menjadi pemasok kebutuhan sayur untuk dapur MBG. Saya siap memfasilitasi kelompok tani dengan dapur MBG yang ada di Kecamatan Nanggalo,” tegas David.

Panen perdana ini menjadi bukti bahwa pemanfaatan lahan terbatas dengan teknologi hidroponik mampu menghasilkan nilai ekonomi dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat perkotaan. (*)