Munir Dapat Restu Mayoritas PWI Daerah: Jalan Mulus Menuju Kursi Ketum

oleh -323 Dilihat
oleh

Jakarta,Kliksiar— Aroma kongres PWI makin terasa. Cikarang bersiap jadi panggung perebutan kursi Ketua Umum PWI Pusat, tapi satu nama sudah melaju jauh di depan: Akhmad Munir.

Lelaki yang kini memimpin LKBN Antara itu tak sekadar maju, ia melenggang dengan dukungan gemuk sedikitnya 20 PWI Provinsi sudah menyatakan sikap. Dan kabarnya, angka itu belum final. Masih ada provinsi lain yang antre menyusul.

Rabu malam (20/8), Jakarta jadi saksi konsolidasi besar-besaran. Para ketua dan pengurus harian PWI daerah berkumpul, bukan sekadar temu kangen, tapi menyatukan barisan. Munir bukan hanya calon, ia sudah jadi simbol rekonsiliasi.

Yang menarik, sejumlah nama besar yang sempat digadang maju justru memilih mundur dan merapat ke Munir. Zulmansyah Sekedang, Atal S. Depari, dan Johnny Hardjojo tiga tokoh yang punya sejarah panjang di tubuh PWI kompak menyatakan dukungan. Tak ada drama, tak ada manuver. Semua sepakat: Munir adalah jalan tengah.

“Bismillah, saya maju untuk menyatukan kembali PWI. Sudah cukup kita terbelah. Saatnya konsolidasi, saatnya daerah jadi prioritas,” ujar Munir, yang akrab disapa Cak Munir, dengan nada mantap.

Munir bukan orang baru. Ia tumbuh dari rahim PWI Jawa Timur, dua periode jadi ketua, lalu naik ke pusat sebagai Ketua Bidang Daerah. Ia tahu betul denyut nadi wartawan di pelosok. “Darah saya PWI. Sejak 1991 saya hidup bersama organisasi ini. Saya ingin kembalikan marwahnya,” tegasnya.

Programnya? Tak muluk-muluk, tapi menyentuh akar. Konsolidasi pasca dualisme, penguatan media lokal, digitalisasi kelembagaan, pelatihan berjenjang, dan literasi jurnalisme berbasis AI. Semua diarahkan untuk memperkuat daerah.

Dengan dukungan mayoritas dan visi yang membumi, Munir bukan sekadar calon. Ia sudah jadi harapan. Harapan untuk menjadikan PWI kembali sebagai rumah besar wartawan Indonesia bukan sekadar organisasi, tapi tempat berjuang dan bertumbuh. (***)