Padang,Kliksiar– GOR Prayoga Padang malam itu bukan sekadar arena olahraga. Sabtu, 23 Agustus 2025, tempat itu menjadi saksi bagaimana semangat anak-anak muda Sumatera Barat menyatu dalam satu tujuan: bermain basket, berjuang, dan bermimpi.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, hadir di tengah riuh penutupan Honda DBL with Kopi Good Day 2025 West Sumatera. Ia tak datang hanya untuk menyerahkan piala, tapi juga menyampaikan harapan besar.
“Selamat atas penyelenggaraan Honda DBL ini. Selain menjadi wadah lahirnya bibit-bibit atlet basket yang handal, ajang ini juga memberi banyak manfaat positif lainnya. Terima kasih kepada panitia penyelenggara dan pihak sponsor yang konsisten menghadirkan kompetisi ini secara rutin dan baik setiap tahunnya,” ujar Fadly saat diwawancarai pada Sabtu malam, (23/8).
Ia menyebut Honda DBL sebagai contoh ideal: megah, meriah, dan penuh semangat. Bukan hanya soal menang dan kalah, tapi tentang membentuk karakter. Tentang menjauhkan remaja dari tawuran, balap liar, dan perilaku destruktif lainnya.
“Dengan gemar berolahraga, generasi muda tentu akan tumbuh dengan keterampilan, kedisiplinan, dan jiwa sportivitas yang tinggi,” tambah Fadly usai menyerahkan piala dan medali kepada tim putri juara satu dan runner-up.
Tahun ini, Honda DBL West Sumatera menghadirkan 42 tim dari SMA sederajat: 26 tim putra dan 16 tim putri. Persaingan ketat, atmosfer kompetitif, dan sorak penonton menjadi warna sepanjang kompetisi.
Final putri mempertemukan dua nama besar: SMA Adabiah 2 Padang dan SMA Don Bosco. Pertandingan berlangsung sengit, tapi Adabiah 2 kembali membuktikan dominasinya dengan skor 51-37.
Sementara final putra masih menunggu duel antara SMA Don Bosco Padang dan SMAN IT Insan Cendekia Payakumbuh. Laga yang diprediksi penuh gengsi dan tensi tinggi.
Honda DBL with Kopi Good Day 2025 digelar di 31 kota dan 22 provinsi. Bukan hanya kompetisi, tapi juga jalur seleksi menuju DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. Di sana, para student athlete terbaik akan diuji bukan hanya fisik, tapi juga mental dan karakter.
Dan malam itu di Padang, mimpi-mimpi muda melompat lebih tinggi dari ring basket. Mereka tak hanya bermain. Mereka sedang menyiapkan masa depan. (***)







