PT Semen Padang Dukung Pemulihan Ekonomi Warga Huntap Kampung Talang

oleh -132 Dilihat
oleh

PADANG, KLIKSIAR — PT Semen Padang memperlihatkan komitmennya dalam mendukung program pengabdian masyarakat yang digagas Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Universitas Andalas (Unand) di kawasan Hunian Tetap (Huntap) Kampung Talang, Kapalo Koto, Senin (20/4).

Program bertema “Penerapan Teknologi Pertanian Regeneratif dan Terintegrasi dalam Model Pemulihan Ekonomi Pasca Bencana Berbasis Kebun Komunitas” ini diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi warga melalui sistem pertanian berkelanjutan yang adaptif terhadap keterbatasan lahan.

Ketua Tim Pengabdian ITB, Ramadhani Eka Putra, menyebut kegiatan ini merupakan kelanjutan dari intervensi sebelumnya yang fokus pada penyediaan hunian sementara. Kini, dengan kondisi masyarakat yang lebih stabil, program diarahkan pada penguatan aktivitas ekonomi.

“Setelah fase tanggap darurat, tantangan berikutnya adalah memastikan masyarakat memiliki sumber penghidupan berkelanjutan. Kami memilih pendekatan ekonomi berbasis pertanian terpadu yang produktif sekaligus ramah lingkungan,” ujarnya.

Pelatihan berlangsung dua hari, namun pendampingan akan terus dilakukan hingga November 2026. Materi yang diberikan mencakup teknik hidroponik, budidaya lebah galo-galo, hingga distribusi bibit produktif seperti kelapa dan durian. Konsepnya, pekarangan rumah dapat dioptimalkan sebagai “kulkas hidup” penyedia pangan mandiri.

PT Semen Padang memberikan dukungan nyata berupa pupuk organik berbasis maggot (kasgot). Sekretaris Perusahaan, Win Bernadino, menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan merupakan bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

“Sebagai bagian dari ekosistem sosial Sumatera Barat, kami berkewajiban mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana,” katanya.

Staf TJSL, Fajar Rahmadoni, menambahkan bahwa bantuan pupuk kasgot tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan limbah bernilai ekonomis.

Dari sisi akademisi, Kepala Departemen Biologi FMIPA Unand, Henny Herwina, menekankan pentingnya keberlanjutan aktivitas ekonomi pascabencana. Ia mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan yang aplikatif.

“Perekonomian masyarakat harus terus berjalan. Program ini dirancang agar mudah diterapkan, mulai dari budidaya galo-galo, peternakan ayam, hingga sistem hidroponik,” ujarnya.

Antusiasme warga terlihat dari partisipasi aktif selama pelatihan. Seorang warga, Ema, mengaku mendapatkan wawasan baru yang membuka peluang peningkatan ekonomi keluarga.

“Kami senang sekali, pengetahuan ini bisa kami kembangkan untuk menambah penghasilan,” tuturnya.

Dengan sinergi ITB, Unand, PT Semen Padang, dan lembaga lainnya, Huntap Kampung Talang diharapkan tidak hanya menjadi simbol relokasi pascabencana, tetapi juga model pengembangan ekonomi mandiri berbasis pertanian regeneratif di perkotaan.

(Lz)