UMKM Diminta Adaptif Hadapi Perkembangan Digitalisasi

oleh -116 Dilihat
oleh

PADANG, KLIKSIAR — Pemerintah Kota Padang terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital agar tetap bertahan dan berkembang di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat.

Pesan itu disampaikan Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan Setdako Padang, Syahrial Kamat, saat mewakili Wali Kota Padang membuka Workshop Digital Selling Mastery: Dari Onboarding hingga Optimasi Penjualan di Balai Kota Padang, Kamis (11/6).

Menurut Syahrial, perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat berbelanja. Jika sebelumnya masyarakat lebih mengandalkan toko fisik, kini aktivitas belanja banyak dilakukan melalui marketplace, media sosial, dan berbagai platform digital lainnya.

“Perkembangan teknologi menuntut kita untuk berubah. Kalau tidak mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, kita akan tertinggal. Produk yang hari ini unggul bisa saja tergeser jika tidak terus berinovasi,” ujarnya.

Ia mengatakan, perubahan tersebut menjadi peluang besar sekaligus tantangan bagi pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing. Namun, salah satu tantangan terbesar yang masih dihadapi adalah keengganan untuk berubah, baik karena belum memahami manfaat perubahan, merasa nyaman dengan kondisi saat ini, maupun baru bergerak ketika menghadapi tekanan.

Karena itu, Syahrial mengajak seluruh peserta memanfaatkan workshop tersebut sebagai sarana meningkatkan kapasitas dan wawasan di bidang pemasaran digital.

Ia juga menegaskan pentingnya peran UMKM dalam menopang perekonomian daerah. Saat ini terdapat sekitar 47 ribu UMKM binaan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang dengan total omzet mencapai Rp952 miliar.

Potensi tersebut, kata dia, perlu terus diperkuat melalui pemanfaatan teknologi digital sehingga mampu memperluas pasar sekaligus menyerap lebih banyak tenaga kerja.

“Kami berharap UMKM Kota Padang terus naik kelas, dari pasar lokal hingga mampu menjangkau pasar nasional bahkan ekspor. Inilah salah satu program unggulan Pemerintah Kota Padang yang terus kami dorong,” katanya.

Syahrial menilai tema workshop yang diangkat sangat relevan dengan tantangan dunia usaha saat ini. Melalui kegiatan tersebut, peserta dibekali berbagai keterampilan praktis, mulai dari aktivasi toko di marketplace, pengelolaan katalog produk, hingga strategi pemasaran digital untuk meningkatkan penjualan.

“Manfaatkan forum ini sebaik-baiknya. Terus belajar dan terbuka terhadap ilmu baru, karena strategi pemasaran akan terus berkembang mengikuti perubahan zaman,” pesannya.

Ia menambahkan, pengalaman selama pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa UMKM merupakan salah satu sektor yang mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi. Oleh sebab itu, Pemko Padang berkomitmen terus memperkuat UMKM agar tetap eksis dan mampu menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.

Pada kesempatan itu, Pemko Padang juga mengapresiasi dukungan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC), Inotek Foundation, serta seluruh pihak yang berkolaborasi dalam pemberdayaan UMKM. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media dinilai menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan berdaya saing. (*)