PADANG,KLIKSIAR – Menjelang tahun ajaran baru 2026, geliat perekonomian di kawasan Pasar Raya Padang Fase VII mulai menunjukkan tren yang menggembirakan. Lonjakan kunjungan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sekolah menjadi momentum penting bagi para pedagang sekaligus peluang untuk meningkatkan daya beli masyarakat.
Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Padang bergerak cepat dengan menggandeng berbagai mitra strategis, mulai dari sektor perbankan hingga penyedia layanan transportasi daring, guna mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan pasar terbesar di Kota Padang itu.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan mengatakan, momentum tahun ajaran baru merupakan kesempatan besar bagi pelaku usaha, khususnya pedagang yang beraktivitas di Pasar Raya Fase VII.
“Ya, kita untuk saat ini, tentunya dengan mau masuknya tahun ajaran baru, tentu ini sebuah peluang bagi pelaku usaha kita, khususnya pedagang yang berada di Pasar Raya Fase VII. Di Fase VII bukan hanya sekadar pakaian, bukan hanya mukena atau alat tulis saja, tetapi juga berbagai perlengkapan sekolah lainnya tersedia lengkap,” ujar Fizlan, Minggu (14/6).
Menurutnya, masyarakat dapat dengan mudah memperoleh berbagai kebutuhan sekolah, mulai dari sepatu, tas hingga alat tulis dengan pilihan yang beragam dan harga yang kompetitif.
Untuk semakin meningkatkan daya beli masyarakat, Disdag Kota Padang saat ini tengah mematangkan kerja sama dengan sejumlah pihak.
“Saat ini kita berupaya menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, terutama dengan pihak Grab dan Bank Nagari, bagaimana menggaet sektor perekonomian, terutama peningkatan daya beli masyarakat kita,” katanya.
Selain memperkuat kerja sama dengan berbagai mitra, Pemerintah Kota Padang juga bersiap menggelar operasi pasar secara berkala untuk mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi seiring meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang tahun ajaran baru.
Komoditas penting seperti minyak goreng, beras dan cabai menjadi fokus utama dalam operasi pasar tersebut, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang terjangkau.
Di sisi lain, Pemko Padang juga menunjukkan komitmennya dalam mendukung keberlanjutan aktivitas ekonomi di Pasar Raya melalui perbaikan sarana dan prasarana umum.
Pemerintah Kota Padang telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp40 miliar untuk mendukung revitalisasi Pasar Raya yang akan dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang.
Langkah itu diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus memperkuat posisi Pasar Raya Padang sebagai pusat perdagangan utama yang modern, aman, dan semakin diminati masyarakat.
Dengan berbagai upaya tersebut, Disdag Kota Padang optimistis aktivitas ekonomi di Pasar Raya Fase VII akan terus tumbuh dan menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah. (*)







